Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AS-China Tegang, Wall Street Kok Malah Menguat?

Berdasarkan data Bloomberg, indeks saham acuan S&P 500 menguat 0,26 persen atau 8,40 poin ke level 3.265,70 pukul 10.01 waktu New York.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 22 Juli 2020  |  22:45 WIB
Wall Street. - Bloomberg
Wall Street. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat berhasil menguat pada awal perdagangan hari ini, Rabu (22/7/2020), di tengah memanasnya tensi antara pemerintah AS dan China.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks saham acuan S&P 500 menguat 0,26 persen atau 8,40 poin ke level 3.265,70 pukul 10.01 waktu New York.

Bersama S&P 500, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,12 persen atau 32,89 poin ke posisi 26.873,29 dan indeks Nasdaq Composite menanjak 0,36 persen atau 38,37 poin ke level 10.718,73.

Indeks S&P 500 bergerak di kisaran level tertinggi empat bulan, setelah kontrak berjangka S&P rebound dari koreksi yang dipicu kabar bahwa pemerintah AS memerintahkan konsulat China di Houston untuk segera ditutup.

Dalam suatu briefing di Beijing pada Rabu (22/7/2020), juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengungkapkan pemerintah AS memberi China waktu tiga hari untuk menutup kantor konsulatnya di Houston.

Kabar tersebut sempat membuat investor gelisah karena kekhawatiran atas memburuknya hubungan AS-China yang dapat menggerus daya tarik aset berisiko.

“Ini akan menjadi isu jangka panjang, dengan meningkatnya konflik perdagangan dan latar belakang geopolitik,” ujar manajer portofolio di YCG investments Elliott Savage.

“Setiap kali ada tindakan seperti pada konsulat Houston, itu akan menyebabkan sedikit keresahan,” tambahnya, seperti dilansir Bloomberg.

Bagaimanapun, fokus investor dengan cepat beralih pada laporan kinerja keuangan korporasi. Saham Texas Instruments Inc. naik setelah menyampaikan proyeksi yang kuat.

Progres dalam memerangi dampak virus Corona juga berkontribusi pada sentimen pasar. Saham Pfizer Inc. menguat setelah mengungkapkan bahwa pemerintah memesan hingga 600 juta dosis kandidat vaksinnya untuk melawan Covid-19.

Fokus investor juga tertuju pada negosiasi antara kubu Republik di Senat AS dan pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mencapai konsensus rencana stimulus lebih lanjut demi menopang ekonomi, setelah para pemimpin negara Uni Eropa mencapai kesepakatan terkait stimulus penanganan Covid-19.

Presiden Trump telah memperingatkan bahwa krisis Covid-19 kemungkinan akan menjadi lebih buruk sebelum dapat membaik.

“Memasuki Agustus, kemudian September, saya menjadi lebih khawatir tentang apa yang akan menjadi katalis berikutnya untuk membawa pasar bergerak lebih tinggi,” ujar ahli strategi lintas aset di Morgan Stanley, Andrew Sheets.

“Ini akan menjadi periode yang lebih sulit untuk saham,” katanya.

Berbanding terbalik dengan bursa AS, indeks Stoxx Europe 600 melemah 0,9 persen, indeks MSCI Asia Pacific melorot 0,8 persen, dan indeks MSCI Emerging Market turun 0,5 persen.

Di pasar mata uang, nilai tukar euro terhadap dolar AS naik 0,5 persen menjadi level US$1,584, nilai tukar pound sterling turun 0,1 persen ke US$1,2717, dan Bloomberg Dollar Index terkoreksi 0,3 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street perang dagang AS vs China
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top