Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ulasan Harga CPO Melejit, Berkah bagi Emiten Sawit

Pada perdagangan awal pekan ini, indeks Jakagri menjadi top gainers di antara indeks saham sektoral di Bursa Efek Indonesia.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 21 Juli 2020  |  17:10 WIB
Petani membawa kelapa sawit hasil panen harian di kawasan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (11/5). Bisnis - Nurul Hidayat
Petani membawa kelapa sawit hasil panen harian di kawasan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (11/5). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Menghangatnya harga minyak sawit mentah di bursa berjangka komoditas menyulut laju indeks saham sektor agrikultur. Kinerja emiten kebun sawit pun berpotensi mendapat berkah dari harga CPO yang kian bertenaga.

Pada perdagangan awal pekan ini, indeks Jakagri menjadi top gainers di antara indeks saham sektoral di Bursa Efek Indonesia. Indeks Jakagri menguat tajam 2,99% saat indeks harga saham gabungan tergelincir 0,56% ke level 5.051,1 pada perdagangan Senin (20/7).

Penguatan indeks Jakagri didorong oleh saham AALI yang naik 2,72% ke level Rp9.425, LSIP naik 4,76% ke level Rp990, BWPT naik 14,71% ke level Rp117, ANJT naik 11,32% ke level Rp590, dan CSRA naik 24,37% ke level Rp296 per saham.

Menghijaunya indeks Jakagri dan saham-saham emiten perkebunan sawit tak terlepas dari penguatan harga crude palm oil (CPO) di bursa berjangka komoditas.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Senin (20/7), harga CPO untuk kontrak Oktober 2020 di Bursa Malaysia masih melanjutkan penguatannya dan mendarat di level 2.662 ringgit per ton.

Level itu merupakan posisi tertinggi harga CPO dalam 5 bulan terakhir. Adapun, pada pekan lalu harga CPO naik 8,4% dan merupakan kinerja mingguan terbaik dalam lebih dari 3 tahun.

Di tengah harga CPO yang merangkak naik, sejumlah emiten perkebunan sawit optimistis dapat mencapai target penjualan yang dibidik pada 2020.

Direktur PT Dharma Satya Nusantara Tbk. Jenti Widjaja mengatakan bahwa perseroan masih mempertahankan target penjualan dan produksi CPO yang ditetapkan pada awal tahun ini.

“Target penjualan tahun ini masih sama, mendekati 700.000 ton CPO,” ujar Jenti kepada Bisnis, Senin (20/7/2020).

Menurutnya, emiten berkode saham DSNG itu belum akan memanfaatkan momentum kenaikan harga CPO dalam beberapa pekan terakhir. Pasalnya, laju harga jual CPO sulit diprediksi dan masih cenderung berfluktuasi sepanjang tahun berjalan 2020.

Kendati demikian, DSNG optimistis tren kenaikan harga CPO akan terus berlanjut sepanjang kuartal III/2020 sehingga akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan ke depan.

VP of Communications PT Astra Agro Lestari Tbk. Tofan Mahdi mengatakan bahwa perseroan belum melakukan perubahan target apapun kendati harga CPO tengah menguat. Dia menjelaskan dalam bisnis komoditas, harga adalah faktor yang tidak bisa dikendalikan sehingga perseroan harus siap dengan kondisi harga seperti apapun.

“Yang penting kami tetap fokus pada efisiensi dan peningkatan produktivitas,” ujar Tofan.

Pada kuartal I/2020, emiten berkode saham AALI itu telah memproduksi CPO 354.000 ton.

Head Investor Relations PT Sampoerna Agro Tbk. Michael Kesuma mengatakan perseroan menargetkan produksi CPO sama dengan atau naik tipis 5% dari realisasi pada 2019 yang mencapai 385.079 ton.

“Target produksi akan kami kaji kembali karena perkembangan yang ada telah memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk mengevaluasi strategi dan akan melihat prospek pada paruh kedua tahun ini untuk menyesuaikan strategi itu,” ujar Michael.

SGRO berharap harga CPO dapat bertahan di posisi ini hingga akhir tahun. Dengan demikian, permintaan yang relatif flat masih dapat ditutupi dengan margin yang lebih besar akibat harga yang berada di posisi lebih tinggi.

“Kami akan jaga supaya efisiensi dilakukan dengan optimal, baik efisiensi produksi maupun biaya. Dengan keduanya dapat dicapai, kami optimistis kinerja menjadi lebih cemerlang,” ujar Michael.

PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. memperkirakan tingkat produksi pada tahun ini tidak akan lebih baik dari tahun lalu lantaran kekeringan yang dialami perseroan pada pertengahan 2019 dan mempengaruhi produksi hingga saat ini.

“Untuk sepanjang 2020, output produk sawit perseroan diperkirakan sedikit menurun dibandingkan dengan 2019,” ungkap Investor Relations SMART Pinta S. Chandra.

Dia menambahkan perseroan terus berupaya untuk meningkatkan penjualan baik melalui pasar ekspor maupun domestik di tengah volatilitas harga CPO.

Direktur Utama PT Salim Ivomas Pratama Tbk. Mark Wakeford mengatakan perseroan akan melanjutkan penanaman baru dan replanting sawit, serta meningkatkan kapasitas melalui pembangunan pabrik sawit baru di Kalimantan Timur.

Data Kinerja Industri CPO Domestik

Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas mempertahankan posisi overweight untuk saham-saham sektor perkebunan dalam negeri seiring dengan proyeksi pasokan yang dalam tekanan dan tingginya harga CPO.

Analis Mirae Asset Sekuritas Andy Wibowo Gunawan mengatakan bahwa harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO) pada tahun ini akan berada di kisaran 2.500 ringgit per ton. Angka itu naik 16,3 persen daripada proyeksi sebelumnya.

Hal itu akan didukung oleh tekanan pasokan dari Malaysia dan Indonesia. Sementara itu, dari sisi konsumsi akan naik, terutama dari dalam negeri seiring dengan implementasi B30 yang akan semakin digencarkan oleh pemerintah.

“Oleh karena itu, kami masih overweight terhadap saham sektor CPO. Saham Top Picks kami adalah saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. [LSIP],” ujar Andy kepada Bisnis, Senin (20/7/2020).

Andy memberikan target harga saham LSIP ke posisi Rp1.600 per saham seiring dengan gearing ratio perseroan yang akan bertahan di posisi net cash karena estimasi rendahnya tingkat hutang, bahkan potensi tidak ada hutang sama sekali.

Selain itu, Andy juga merekomendasikan beli untuk saham PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI), PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO), dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham Kinerja Emiten harga cpo emiten perkebunan
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top