Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham Digembok dan Terancam Delisting, Emiten Ini Berniat Rights Issue

PT First Indo American Leasing Tbk berniat menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 2,3 miliar lembar saham, setara 51,24 persen dari jumlah modal disetor.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 20 Juli 2020  |  13:50 WIB
Kantor First Indo Finance atau PT First Indo American Leasing. - firstindofinance.com
Kantor First Indo Finance atau PT First Indo American Leasing. - firstindofinance.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT First Indo American Leasing Tbk. berencana menerbitkan 2,3 miliar saham baru melalui skema rights issue atau hak memesan efek terlebih dahulu. Saham perseroan sudah enam bulan disuspensi sementara dan berpotensi mengalami penghapusan pencatatan efek atau delisting.

Berdasarkan publikasi yang dilansir perseroan, Senin (20/7/2020), saham baru yang akan perusahaan pembiayaan itu setara dengan 51,24 persen dari jumlah modal yang disetorkan.

Saat ini total saham berkode FINN yang beredar sebanyak 2,18 miliar. Dengan begitu setelah aksi korporasi ini terjadi maka saham yang beredar menjadi 4,48 miliar. Adapun saham baru yang bakal diterbitkan memiliki nilai nominal Rp100 per unit. Adapun harga pelaksanaan belum ditentukan.

Sekadar informasi, saham FINN sudah digembok oleh BEI selama 6 bulan dan masuk dalam deretan saham gocap.

Manajemen FINN mengungkapkan seluruh dana hasil rights issue akan digunakan sebagai modal kerja. Di samping itu, penerbitan saham baru akan memperkuat struktur permodalan perseroan. 

“Perseroan memperkirakan bahwa Rencana PUT akan berpengaruh positif terhadap kondisi keuangan Perseroan, yaitu antara lain memperkuat struktur permodalan serta meningkatkan kemampuan kas untuk memenuhi kebutuhan modal kerja, yang pada akhirnya memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham,” tulis manajemen dalam keterangan resmi Senin (20/7/2020).

Dalam Rencana PUT, perseroan mengharapkan sebanyak-banyaknya partisipasi dari para pemegang saham Perseroan untuk melaksanakan HMETD yang dimiliki oleh para pemegang saham.

FINN mengasumsikan bila seluruh pemegang saham melaksanakan haknya, maka susunan kepemilikan saham tidak mengalami perubahan dari susunan kepemilikan saat ini. PT Inti Sukses Danamas sebesar 44,13 persen dan Masyarakat sebesar 55,87 persen.

Perlu diketahui, FINN tengah mendapatkan sorotan dari BEI karena berpotensi delisting. Pasalnya, regulator telah menggembok saham perseroan selama 6 bulan. Masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada 9 Desember 2021.

BEI menggembok pergerakan saham FINN karena belum mengumumkan keterbukaan informasi terkait perkembangan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

delisting
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top