Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penutupan Bioskop Diperpanjang, Ini Cara CGV Cinemas (BLTZ) Bertahan

Sejak akhir Maret, operasional bioskop telah diminta berhenti oleh pemerintah sampai batas waktu yang belum ditentukan
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 19 Juli 2020  |  19:07 WIB
Bioskop CGV di Pacific Place. - Istimewa
Bioskop CGV di Pacific Place. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat kompak melanjutkan PSBB di daerah Jabodetabek. Bisnis bioskop yang rencananya akan mulai dibuka pun, urung dilakukan.

Bagaimana strategi PT Graha Layar Prima Tbk. atau CGV Cinemas dengan kebijakan ini?

Public Relations Graha Layar Prima Hariman Chalid mengatakan perseroan berupaya melakukan jasa pembuatan video konten dan iklan untuk pihak ketiga atau eksternal. Selain itu, melaksanakan kegiatan pemasaran digital di seluruh platform daring perseroan.

“Kami berinovasi dengan beralih ke virtual dan memaksimalkan konten kreatif di digital platform CGV seperti Instagram, Youtube, dan Zoom,” katanya kepada Bisnis.

Meski demikian, Hariman tidak dapat mengungkapkan secara detil pemasukan dari upaya tersebut. Menilik dari hasil laporan keuangan kuartal I/2020, emiten dengan kode saham BLTZ ini menorehkan pendapatan Rp254,51 miliar, atau turun 12,91 persen dari posisi Rp292,25 miliar.

Segmen bioskop masih menjadi motor pendapatan dengan torehan Rp166,67 miliar atau 65,48 persen dari total pendapatan. Adapun, segmen makanan menyumbang Rp60,37 miliar, segmen acara dan iklan Rp27,38 miliar serta segmen lisensi dan jasa Rp87,40 juta.

Namun sejak akhir Maret, operasional bioskop telah diminta berhenti oleh pemerintah sampai batas waktu yang belum ditentukan. Oleh sebab itu manajemen melaporkan bila pada semester I/2020 akan terjadi penurunan laba bersih hingga 75 persen.

Adapun pada kuartal I/2020, BLTZ mencatatkan rugi bersih senilai Rp54,30 miliar. Dengan begitu, ada kemungkinan rugi ini akan semakin membengkak karena perseroan harus mengeluarkan dana minimal untuk menggaji karyawan.

Saat ini total karyawan BLTZ mencapai 586 orang dari posisi 2.147 pada akhir tahun lalu. Sekitar 1.561 karyawan ada yang mengundurkan diri atau habis masa kontrak.

Hariman mengatakan perseroan berupaya mengurangi biaya-biaya sewa tempat usaha melalui kerja sama dengan pemilik-pemilik lahan dan biaya operasional. Selain itu, BLTZ juga berolaborasi dengan para pelaku industri film dalam mempersiapkan film-film lokal terbaru yang akan ditayangkan di CGV setelah Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bioskop graha layar prima cgv blitz
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top