Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Net Sell Asing hingga Rp117 Miliar, Saham BUMN Terpapar Paling Besar

Net sell investor asing semakin deras, yakni sebesar Rp117,64 miliar pagi ini. Sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama saham BUMN, menjadi sasaran utama.
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka koreksi pada perdagangan Jumat (17/7/2020), seiring dengan derasnya net sell asing.

Pada pukul 09.03 WIB, IHSG melemah 0,3 persen atau 15,22 poin menuju 5.083.15. Terpantau 127 saham menguat, 71 saham melemah, dan 162 saham stagnan.

Hingga pukul 09.28 WIB, laju IHSG membaik dengan pelemahan 0,13 persen menuju 5.091,87. Terpantau 152 saham menguat, 156 saham melemah, dan 155 saham stagnan.

Namun demikian, net sell investor asing semakin deras, yakni sebesar Rp117,64 miliar. Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi sasaran utama.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) terpapar net sell Rp53,8 miliar, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Rp24,3 miliar, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. TLKM Rp9,5 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Rp9,1 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) Rp6,5 miliar.

Dari 5 daftar tersebut, 4 emiten di antaranya termasuk dalam entitas Badan Usaha Milik Negara atau BUMN.

Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menyampaikan pergerakan IHSG terlihat masih bergerak dalam rentang yang cukup terbatas. Risiko pelemahan masih terlihat cukup besar yang disinyalir oleh sentimen dari market global dan regional yang berada dalam tekanan.

Selain itu, masih terjadinya capital outflow secara year to date turut memberikan sentimen negatif terhadap pergerakan IHSG. Hari ini IHSG berpotensi bergerak melemah dalam rentang 4.821 - 5.123.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper