Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hore, Erajaya (ERAA) Akui Kenaikan Penjualan setelah Mal Dibuka

Chief Executive Officer (CEO) Grup Erajaya Hasan Aula mengatakan perseroan saat ini memiliki lebih dari 1.100 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan proporsi seimbang antara lokasi di dalam dan di luar pusat-pusat perbelanjaan.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  14:01 WIB
Gerai Erafone milik PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) - erajaya.com
Gerai Erafone milik PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) - erajaya.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten ritel PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) atau Grup Erajaya mengamati adanya kenaikan penjualan setelah gerai di pusat perbelanjaan dibuka kembali sebulan belakangan.

Chief Executive Officer (CEO) Grup Erajaya Hasan Aula mengatakan perseroan saat ini memiliki lebih dari 1.100 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan proporsi seimbang antara lokasi di dalam dan di luar pusat-pusat perbelanjaan.

“Kami sudah melihat ada peningkatan sales (penjualan) sejak dibuka tetapi belum maksimal, sehingga belum dapat dilihat kinerjanya secara keseluruhan,” ungkapnya kepada Bisnis, Rabu (15/7/2020).

Namun, ia menjelaskan, pada akhirnya banyak faktor yang berkontribusi terhadap pencapaian, seperti jenis toko, lokasi, dan juga segmen konsumen yang ditargetkan.

Secara umum, performa outlet Grup Erajaya berimbang antara lokasi di dalam dan di luar pusat perbelanjaan sehingga pembukaan kembali pusat perbelanjaan juga disambut positif oleh perseroan.

Menurut Hasan, pembatasan kegiatan di pusat perbelanjaan dan pusat keramaian adalah bagian dari kebijakan pemerintah dalam mencegah penyebaran COVID-19. Dengan dibukanya mall, konsumen sudah mulai melakukan aktivitas kembali walaupun masih belum normal.

Tentunya, perseroan juga menerapkan protokol yang sangat ketat di seluruh gerainya agar penyebaran COVID-19 bisa dihindari atau diminimalkan.

Sebagai gambaran, hingga akhir Maret 2020, pemilik gerai Erafone tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp102,7 miliar. Realisasi ini meningkat signifikan 116,78 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp47,38 miliar.

Kenaikan laba ini juga dikontribusikan oleh pertumbuhan penjualan sebesar 9,58 persen year-on-year menjadi Rp7,81 triliun pada triwulan pertama tahun ini.

Pendapatan perseroan pada kuartal ini didominasi oleh penjualan telepon seluler dan tablet sebesar 76,09 persen, voucher senilai 13,56 persen, dibarengi oleh aksesoris serta komputer dan peralatan elektronik sebesar 6,36 persen dan 3,99 persen dari total omzet.

Berdasarkan segmentasi geografis, penjualan Erajaya terbesar berada di wilayah tengah yakni; Jabodetabek, Kalimantan, Singapura dan Malaysia sebesar 68,54 persen, disusul oleh wilayah timur sebesar 16,68 persen dan wilayah barat yakni; wilayah Sumatera dan Jawa senilai 14,78 persen dari total pendapatan pada kuartal tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mal Kinerja Emiten erajaya swasembada
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top