Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AS-China Ribut Soal Laut China Selatan, Bursa Asia Anjlok

Bursa China, Australia, Jepang, Korea Selatan kompak terkoreksi. Bahkan, Bursa Hong Kong mencetak koreksi terbesar hari ini seiring dengan ketegangan antara AS-China soal Laut China Selatan.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 14 Juli 2020  |  14:32 WIB
AS-China Ribut Soal Laut China Selatan, Bursa Asia Anjlok
Tokyo Stock Exchange. - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Asia tidak mampu keluar dari zona merah sejak sesi perdagangan pagi dan akhirnya ditutup berbalik melemah dibandingkan posisi Senin kemarin.

Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa (14/7/2020), indeks Hang Seng Hong Kong menjadi pasar dengan penurunan terbesar hari ini dengan koreksi 1,2 persen ke posisi 25.462,95. Hal serupa terjadi pada indeks Shanghai Composite yang turun 0,82 persen ke 3.415,09.

Sementara itu, bursa S&P/ASX 200 Australia dan Topix Jepang juga ditutup di zona merah, dengan koreksi masing-masing 0,61 persen dan 0,50 persen. Sementara itu, bursa Kospi Korea Selatan turun tipis 0,11 persen dan menutup perdagangan di level 2.183,61.

Perdagangan hari ini ditopang oleh tensi hubungan China dan AS yang kian memanas setelah AS menolak klaim China terkait Laut China Selatan. Hal ini sekaligus membatalkan kebijakan AS Sebelumnya yang tidak memihak dalam masalah klaim wilayah ini.

Sementara itu, investor juga menunggu outlook pendapatan dari laporan keuangan perusahaan. Hal ini dapat mendukung sikap bullish pelaku pasar yang juga ditopang oleh banjir stimulus dari pemerintah dan bank sentral untuk melawan dampak negatif dari pandemi virus corona.

Chris Iggo, Chief Investment Officer for Core Investments di AXA Investment Managers mengatakan pasar mengkhawatirkan adanya risiko antara sentimen pemulihan ekonomi dan kenaikan nilai saham yang akan ditekan oleh penurunan harga ketimbang didukung oleh optimisme terhadap keadaan ekonomi.

Investor juga akan memperhatikan rilis data ekonomi untuk mengukur progres pemulihan perekonomian global. Data neraca perdagangan China akan dirilis hari ini sebelum angka Produk Domestik Bruto yang dikeluarkan pada Kamis mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia
Editor : Rivki Maulana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top