Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Duh! Kas Minim, Utang Garuda (GIAA) ke Bank Tembus Rp18,86 Triliun 

Direksi Garuda Indonesia melaporkan pinjaman ke bank dan lembaga keuangan mencapai US$1,3 miliar per 1 Juli 2020. Dengan asumsi nilai kurs yang sama, jumlah itu setara dengan Rp18,86 triliun.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 14 Juli 2020  |  15:39 WIB
Pesawat Citilink (atas) saat akan mendarat dan pesawat Garuda Indonesia yang akan lepas landas di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (18/2/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Pesawat Citilink (atas) saat akan mendarat dan pesawat Garuda Indonesia yang akan lepas landas di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (18/2/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com,JAKARTA — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. melaporkan posisi pinjaman ke lembaga perbankan dan keuangan lebih besar dari posisi arus kas perseroan per 1 Juli 2020.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra posisi cash flow atau arus kas perseroan hanya sekitar US$14,5 juta per 1 Juli 2020. Nilai itu sekitar Rp210,42 miliar bila mengacu kurs rupiah Rp14.512 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Selasa (14/7/2020).

Dengan posisi arus kas itu, Irfan melaporkan pinjaman ke bank dan lembaga keuangan senilai US$1,3 miliar per 1 Juli 2020. Dengan asumsi nilai kurs yang sama, jumlah itu setara dengan Rp18,86 triliun.

“Utang usaha dan pajak senilai US$905 juta,” jelasnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI, Selasa (14/7/2020).

Irfan membeberkan saldo utang usaha dan pinjaman emiten berkode saham GIAA itu mencapai US$2,218 miliar per 1 Juli 2020. Nilai itu terdiri atas US$905 juta dari operasional, pinjaman jangka pendek US$608 juta, dan pinjaman jangka panjang US$645 juta.

Untuk pinjaman jangka panjang, lanjut dia, terdapat pinjaman berbentuk sukuk senilai US$500 juta. GIAA telah melakukan negosiasi dan ekstensi selama 3 tahun untuk instrumen tersebut.

“[Sukuk] Yang seharusnya jatuh tempo 3 juni 2020 menjadi 3 Juni 2023. Inisiatif yang kami lakukan selama dampak covid ini ada yang jangka pendek dan jangka panjang,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top