Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rally Saham Global Hilang Momentum, IHSG Malah Tembus 5.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak dan ditutup di atas level 5.000 pada perdagangan hari ini, Rabu (8/7/2020), saat bursa saham global tengah kehilangan momentumnya.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  15:52 WIB
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak dan ditutup di atas level 5.000 pada perdagangan hari ini, Rabu (8/7/2020), saat bursa saham global tengah kehilangan momentumnya.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG berakhir di level 5.076,17 dengan kenaikan tajam 1,79 persen atau 89,09 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (7/7/2020), IHSG ditutup di level 4.987,08 dengan koreksi hanya 0,04 persen atau 1,78 poin.

Indeks terpantau mulai beringsut ke zona hijau dengan menguat 0,25 persen pada awal perdagangan Rabu. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak dalam kisaran 4.985,02 – 5.080,25.

Sebanyak 9 dari 10 sektor pada IHSG ditutup di teritori positif, dipimpin finansial (+3,59 persen), industri dasar (+1,71 persen), dan manufaktur (+1,21 persen). Satu-satunya sektor yang bergerak negatif adalah pertambangan (-0,11 persen).

Tercatat 221 saham menguat, 174 saham melemah, dan 174 saham berakhir stagnan. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing naik 3,5 persen dan 5,3 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG.

Vice President Research Artha Sekuritas Frederik Rasali mengatakan salah satu pendorong laju saham perbankan yakni skema burden sharing yang disepakati oleh pemerintah dan Bank Indonesia (BI). Kebijakan itu menurutnya akan membuat likuiditas perbankan membaik.

Kendati demikian, ia berpendapat kenaikan IHSG lebih dipengaruhi sentimen positif sektor perbankan dan peningkatan hanya bersifat sementara.

“Katalis peningkatan IHSG masih cukup terbatas. Indeks malah mengalami reli di tengah kasus Covid-19 baik di domestik maupun global yang terus meningkat,” terangnya.

Di pasar mata uang domestik, nilai tukar rupiah lanjut ditutup menguat 30 poin ke level Rp14.410 per dolar AS, penguatan hari ketiga berturut-turut.

Indeks saham lain di Asia tampak berakhir antara zona hijau dan merah. Nikkei 225 dan Topix Jepang masing-masing melemah 0,78 persen dan 0,92 persen, Kospi Korea Selatan turun 0,24 persen, dan S&P/ASX 200 Australia turun tajam 1,54 persen.

Meski demikian, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China berhasil menanjak 1,74 persen dan 1,61 persen masing-masing, penguatan hari ketujuh beruntun. Adapun, indeks Hang Seng Hong Kong dan Taiex Taiwan menguat 0,59 persen dan 0,64 persen masing-masing.

Secara keseluruhan, bursa Asia bergerak fluktuatif saat bursa Eropa melemah untuk perdagangan hari kedua berturut-turut.

Saham HSBC Holdings Plc. merosot setelah beberapa penasihat Presiden AS Donald Trump mengusulkan langkah untuk memberi sanksi pada bank-bank di Hong Kong dan destabilisasi pasak mata uang Hong Kong terhadap dolar AS.

Reli pasar saham global tampak sedang berjuang untuk menentukan arah pergerakannya di tengah kekhawatiran bahwa pandemi Covid-19 bisa menghambat pemulihan ekonomi.

Menurut survei untuk CreditCards.com, banyak warga Amerika berencana tidak membuat banyak pengeluaran untuk kegiatan umum seperti menonton film atau mengunjungi bar, ketimbang sebelum pandemi.

“Sudah lazim bagi saham untuk mengambil jeda pada titik ini,” ujar manajer portofolio di Aviva Investors Susan Schmidt, dilansir dari Bloomberg.

“Kita dapat melihat diri kita berada kisaran perdagangan sempit dalam beberapa pekan ke depan sebelum musim rilis laporan keuangan korporasi AS,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah Bursa Asia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top