Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Melemah Tipis, TLKM Diborong Asing

IHSG ditutup melemah hanya 0,04 persen setelah bergerak dalam kisaran 4.982,33—5.011,71.
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri lajunya di zona merah pada perdagangan hari ini, Selasa (7/7/2020).

IHSG terpantau melemah tipis 1,78 poin atau 0,04 persen di akhir perdagangan dan parkir di level 4.987,08, setelah sepanjang perdagangan bergerak naik turun di rentang 4.982,33—5.011,71.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 138 saham menguat, 286 melemah, dan 149 tak beranjak dari posisinya semula.

Adapun secara sektoral, sektor industri dan barang konsumsi memimpin pelemahan indeks hari ini dengan sama-sama terkoreksi 0,41 persen. Diikuti oleh sektor industri dasar yang turun 0,38 persen dan sektor manufaktur yang melemah 0,34 persen.

Meskipun demikian, pada perdagangan hari ini asing mencatatkan aksi beli bersih atau net foreign buy dengan total nilai Rp377,39 miliar di seluruh pasar.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. alias TLKM menjadi yang paling banyak dibeli asing dengan net foreign buy Rp147,2 miliar. 

Mengekor TLKM, dua saham perbankan jumbo yakni PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga diborong asing dengan nilai masing-masing Rp115,9 miliar dan Rp29,3 miliar.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan naiknya cadangan devisa RI per Juni menjadi US$131,7 miliar dari US$130.5 miliar ternyata belum bisa mampu menopang IHSG ke zona positif.

Selain itu, minimnya katalis positif dari global membuat IHSG kesulitan untuk mempertahankan posisinya di zona hijau pada perdagangan hari ini. 

“Data makroekonomi global pada hari ini tidak ada yang memberikan high positive market impact. Terus ada fenomena Covid-19 second wave,” ujar Nafan kepada Bisnis, Selasa (7/7/2020)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper