Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga CPO Berpotensi Naik, Saham Perkebunan Mana yang Paling Menarik?

Harga CPO pekan ini akan didukung oleh data produksi Malaysia untuk periode Juni yang diproyeksi dirilis lebih rendah dari Mei. Saham Astra Agro Lestari dan PP London Sumatra menjadi dua emiten yang diunggulkan.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  08:47 WIB
Pekerja mengangkat buah sawit yang dipanen di Kisaran, Sumatera Utara, Indonesia. - Dimas Ardian / Bloomberg
Pekerja mengangkat buah sawit yang dipanen di Kisaran, Sumatera Utara, Indonesia. - Dimas Ardian / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham emiten perkebunan untuk dapat dicermati investor pada pekan ini. 

Analis Mirae Asset Sekuritas Andy Wibowo Gunawan mengatakan dalam risetnya bahwa komoditas minyak sait mentah atau crude palm oil (CPO) akan sangat menarik pada pekan ini didukung rilis data dan sentimen yang hadir di pasar saat ini sehingga mendorong harga untuk bergerak naik.

“Dengan demikian, kami berpikir bahwa saham PT Astra Agro Lestari Tbk. [AALI], PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. [LSIP], dan saham komoditas CPO lainnya akan bersinar pada pekan ini dibandingkan dengan saham-saham komoditas lainnya,” ujar Andy dalam risetnya, Selasa (7/7/2020).

Andy menjelaskan bahwa harga CPO pekan ini akan didukung oleh data produksi Malaysia untuk periode Juni yang diproyeksi dirilis lebih rendah dari bulan sebelumnya.

Produksi yang lebih rendah dari Malaysia akan membantu mengurangi  kelebihan pasokan mengingat permintaan juga tengah melemah akibat Covid-19. Apalagi, mempertimbangkan Malaysia adalah produsen CPO terbesar kedua di dunia.

Dari catatan sebelumnya, produksi CPO Malaysia untuk periode Mei 2020 berada di posisi 1,7 juta ton, cenderung stabil pertumbuhannya dibandingkan dengan periode April 2020.

Selain itu, menurut perkiraan konsensus, Andy mencatat bahwa persediaan Malaysia periode Juni akan turun 6 persen daripada bulan sebelumnya menjadi 1,91 juta ton. Estimasi yang lebih rendah itu juga akan mendukung harga CPO global pada pekan ini.

Oleh karena itu, secara keseluruhan dengan sentimen itu yang merupakan katalis positif, Andy menilai harga CPO global akan menguat dengan baik pada pekan ini.

Adapun, pada penutupan perdagangan Senin (6/7/2020), harga CPO di bursa Malaysia berhasil menguat 0,99 persen ke level US$2.445 per ton. Dalam satu bulan terakhir, harga CPO telah bergerak naik hingga 19,97 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga cpo
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top