Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Meski Tergelincir, Harga Emas Diproyeksikan Menguat dalam Jangka Panjang

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di bursa Comex melemah 0,15 persen ke level US$1.787,3 per troy ounce per Jumat (3/7/2020) pukul 12.59 EDT.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 04 Juli 2020  |  17:20 WIB
Tumpukan emas batangan. - Bloomberg
Tumpukan emas batangan. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas kontrak berjangka Agustus 2020 di bursa Comex tergelincir, tetapi diperkirakan akan berpeluang menguat ke level US$1.800 mendekati level terbaik sejak 2011.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di bursa Comex melemah 0,15 persen ke level US$1.787,3 per troy ounce per Jumat (3/7/2020) pukul 12.59 EDT. Harga emas melemah 2,7 poin dari penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, di pasar spot harga emas tertahan di level US$1.772,05 per troy ounce hingga perdagangan kemarin. Adapun, perdagangan pada hari Jumat ditutup untuk merayakan 4th of July.

Sementara itu, harga perak di bursa Comex terpantau melemah 0,07 persen ke level US$18,31 per troy ounce. Adapun, harga tembaga di bursa Comex melemah 1 persen ke US$272,1 per pon.

Dikutip dari mifx.com, harga emas diperdagangkan sideways dengan pergerakan dalam rentang sempit antara US$1.772—US$1.777 per troy ounce pada perdagangan kemarin.

Hal ini terjadi di tengah sentimen kekhawatiran akan lonjakan kasus Covid-19 secara global masih meningkat. Selain itu, kekhawatiran terkait hubungan dagang antara Amerika Serikat dengan China dan data tenaga kerja AS turut memengaruhi pergerakan harga emas. 

Sebelumnya, Ekonom Oversea-Chinese Banking Corp Singapura Howie Lee mengatakan bahwa seperti suku bunga rendah, kebijakan moneter yang dovish, serta pandemi Covid-19 adalah pendorong reli emas sejauh ini.

“Level US$1.800 per troy ounce adalah rintangan psikologis. Saat ini harga emas masih berupaya mendorong batas-batas nilai wajarnya. Penurunan tingkat obligasi AS akan mendorong emas melewati level US$1.800 per troy ounce,” ujar Howie.

Prediksi emas yang akan terus berkilau juga disampaikan oleh Goldman Sachs. Bank tersebut memprediksi emas akan mencapai level US$2.000 per troy ounce dalam 12 bulan ke depan.

Sementara itu, Analis Sumber Daya MineLife Pty Gavin Wendt mengatakan bahwa harga emas mendapatkan manfaat dari meningkatnya kekhawatiran pasar yang berkembang terkait Covid-19 yang dianggap telah diremehkan oleh banyak negara.

“Emas juga mendapatkan manfaat dari triliunan dolar stimulus yang akan digelontorkan oleh The Fed dan Pemerintah AS. Selain itu, proyeksi tingkat suku bunga acuan AS di area negatif juga menjadi pemicu. Dua sentimen ini akan mendorong emas ke rekor tertinggi,” ujar Wendt.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas Harga Emas Hari Ini harga emas comex

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top