Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mengekor Wall Street, Bursa Asia Dibuka Menguat

Sejumlah indeks termasuk Topix, Kospi, dan Hang Seng mengalami penguatan pagi ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 03 Juli 2020  |  08:13 WIB
Mengekor Wall Street, Bursa Asia Dibuka Menguat
Bursa Asia - Bloomberg.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia mengawali perdagangan hari Jumat (3/7/2020) di zona hijau, menyusul penguatan bursa AS yang didorong data tenaga kerja.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Topix dan Nikkei 225 terpantau menguat masing-masing 0,47 persen dan 0,57 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,33 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 melonjak 2,07 persen dan 2,13 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong menguat 2,85 persen.

Di AS, Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,36 persen pada akhir perdagangan Kamis (2/7), sedangkan indeks S&P 500 menguat 0,45 persen dan indeks Nasdaq menguat 0,52 persen.

Departemen Tenaga Kerja yang menunjukkan bahwa payroll naik 4,8 juta pada bulan Juni dan bulan sebelumnya direvisi lebih tinggi. Data tersebut menambah dorongan dari data yang bahwa penurunan cadangan minyak mentah AS turun lebih besar dari perkiraan.

Presiden Donald Trump masih mengatakan laporan tersebut menunjukkan ekonomi sedang "meraung kembali." Stimulus kebijakan moneter dan fiskal besar-besaran membantu menurunkan suku bunga dan menjaga likuiditas sistem keuangan di masa sulit.

"Masih ada sentimen positif umum mengenai seberapa cepat pemulihan terjadi. Tetapi kami pikir pemulihan cenderung lambat, terutama jika melihat jumlah kasus virus corona terus meningkat,” kata presiden pasar global di TIAA Bank, Chris Gaffney.

Investor juga menimbang pernyataan dari Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow, yang mengatakan kepada Fox Business Network bahwa AS sangat tidak senang dengan China dan berencana melakukan pembatasan ekspor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia shanghai composite index indeks topix indeks hang seng
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top