Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Virus Corona Bikin Harga Emas Terus Melejit

Dlam tahun berjalan 2020 (year to date), harga emas telah mengalami reli positif sebesar 17 persen di tengah banjir stimulus dari pemerintah dan bank sentral negara-negara di dunia untuk meminimalisir dampak negatif pandemi ke perekonomian.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  12:53 WIB
Emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk. - mind.id
Emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk. - mind.id

Bisnis.com, JAKARTA- Harga emas dunia berpeluang mencatatkan kenaikan tertinggi dalam satu kuartal sejak 2016. Hal ini terjadi seiring dengan kenaikan permintaan aset safe haven karena pandemi virus corona (Covid-19)..

Dilansir dari Bloomberg, Selasa (30/6/2020), harga emas telah mengalami kenaikan 12 persen dalam tiga bulan terakhir. Tren kenaikan ini telah berlangsung selama tujuh kuartal berturut-turut sekaligus menjadi rekor kenaikan beruntun sejak 2011.

Di pasar spot, nilai emas turun tipis 0,1 persen di angka US$1.770,88 per ounce hingga pukul 11:20 di Singapura. Sementara emas berjangka Comex diperdagangkan mendekati level US$1.800, yakni US$1.783,20 per ounce.

Sementara itu, dalam tahun berjalan 2020, harga emas telah mengalami reli positif sebesar 17 persen di tengah banjir stimulus dari pemerintah dan bank sentral negara-negara di dunia untuk meminimalisir dampak negatif pandemi ke perekonomian. Investor pun berbondong-bondong membeli exchange traded fund emas yang membuat nilai kepemilikan turut mengalami lonjakan.

Kenaikan harga emas juga didorong oleh pernyataan World Health Organization (WHO). Mereka mengatakan,meskipun angka kematian telah mencapai 500 ribu orang dan telah menginfeksi lebih dari 10 juta, kemungkinan terburuk dari pandemi ini masih akan terjadi.

Tensi geopolitik yang memanas antara China dan AS juga menjadi katalis kenaikan harga emas. China telah mengesahkan RUU Keamanan baru untuk Hong Kong yang menimbulkan risiko tindak balasan dari AS.

Presiden AS, Donald Trump mengatakan, regulasi perlakuan khusus kepada China dan Hong Kong akan dihentikan sementara. Hal ini disebabkan oleh kebijakan keamanan China kepada Hong Kong yang dianggap mengancam teknologi AS.

Selain itu, investor juga memperhatikan pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell dalam rapatnya dengan DPR AS. Powell menekankan pentingnya menekan penyebaran virus corona di tengah pemulihan ekonomi yang sedang terjadi.

Ekonom Oversea-Chinese Banking Corp., Howie Lee mengatakan Suku bunga yang rendah, kebijakan moneter, dan pandemi virus corona turut berperan dalam kenaikan harga emas. 

“Level harga US$1.800 adalah rintangan psikologis, sehingga tingkat bunga obligasi AS, US Treasury perlu turun lebih besar terlebih dahulu sebelum harga emas dapat menembus harga US$1.800,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini harga emas comex
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top