Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gawat! Gedung Bursa Efek Pakistan Hampir Diserang, Pelaku Bawa Granat

Penyerang langsung melakukan penembakan saat petugas keamanan memeriksa mobil yang mereka kendarai.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 Juni 2020  |  14:22 WIB
Pakistan Stock Exchange. Istimewa
Pakistan Stock Exchange. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Petugas keamanan Pakistan berhasil melumpuhkan empat pria bersenjata di Karachi sebelum mereka dapat menyerang gedung bursa saham Pakistan dengan senjata dan granat tangan.

Dilansir dari Bloomberg,  chief executive officer Bursa Pakistan Farrukh Khan mengatakan melalui telepon bahwa para penyerang belum sempat memasuki kompleks utama. Mereka langsung melakukan penembakan saat petugas keamanan memeriksa mobil yang mereka kendarai.

“Situasinya terkendali sekarang. Sedikitnya satu petugas keamanan terbunuh," kata Khan, seperti dikutip Bloomberg.

Indeks KSE 100, yang turun setelah berita serangan itu, mampu rebound 0,1 persen pada pukul 11.40 di Karachi. Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

"Ada aksi tembak menembak yang sangat intens” kata kepala eksekutif di Aba Ali Habib Securities Pvt, Abid Ali Habib, yang tengah berada di kantornya di lantai empat gedung bursa saat serangan berlangsung.

"Kami memutuskan untuk menutup pintu kantor kami tanpa ada gerakan di dalam atau luar."

Insiden mirip dengan upaya serangan terhadap konsulat China di Karachi dua tahun lalu yang menewaskan sedikitnya tujuh orang di kota dan pusat keuangan terbesar Pakistan tersebut.

Kompleks bursa Pakistan memiliki dua bangunan. Salah satunya adalah gedung khusus manajemen perdagangan saham dan satu lagi untuk kantor broker. Petugas keamanan meminta mengevakuasi bangunan guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa pakistan granat

Sumber : bloomberg

Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top