Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sawit Sumbermas (SSMS) Optimistis Kinerja Semester II Bakal Membaik

Direktur Utama Sawit Sumbermas Sarana Vallauthan Subraminam mengatakan mayoritas produksi crude palm oil (CPO) bakal terjadi pada semester II/2020. Dengan begitu, dia memprediksikan kinerja paruh kedua akan membaik.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 29 Juni 2020  |  16:44 WIB
Manajemen PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) berpose usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, Senin (29/6/2020) - SSMS
Manajemen PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) berpose usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, Senin (29/6/2020) - SSMS

Bisnis.com, JAKARTA – PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) memperkirakan kinerja semester II/2020 bakal moncer seiring penambahan produksi dan efisiensi.

Direktur Utama Sawit Sumbermas Sarana Vallauthan Subraminam mengatakan mayoritas produksi crude palm oil (CPO) bakal terjadi pada semester II/2020. Dengan begitu, dia memprediksikan kinerja paruh kedua akan membaik.

“Produksi kami pada semester I/2020 biasanya hanya 40 persen dan paruh kedua naik menjadi 60 persen. Kami melihat beberapa kebun di Malaysia bakal menurun begitu juga dengan perusahaan di sini,” katanya Senin (29/6/2020).

Vallauthan mengatakan SSMS bakal mempertahankan produksi sehingga menghasilkan laba yang baik. Tahun ini, SSMS mengincar produksi buah sebanyak 1,72 juta ton dengan produksi crude palm oil (CPO) SSMS sebanyak 600.000 ton pada akhir tahun.

Menurutnya, hingga Mei 2020, realisasi produksi buah perseroan sudah mencapai 784.165 ton atau 45,59 persen dari target. Sementara itu untuk produksi CPO perseroan sebesar 180.374 ton atau 30,06 persen dari target produksi.

“Kami akan berupaya mempertahankan cost of good sold [COGS] US$250 per ton sehingga kami masih mendapatkan keuntungan. Terkecuali, bila harga turun sampai level MYR1.000 per ton itu baru akan menjadi masalah,” katanya.

Direktur Utama Sawit Sumbermas Sarana Ramzi Sastra menambahkan kinerja perseroan bakal terbantu dengan program biodiesel B30. Menurutnya, pungutan ekspor sebesar US$55 per ton CPO bakal memberikan dampak positif.

Pasalnya pasar dalam negeri bakal menyerap lebih besar sehingga pasar tidak kebanjiran produksi. “Meskipun panen raya dan pandemi produsen domestik dapat mengontrol harga supaya tidak kelebihan produksi,” katanya.

Selain itu, stabilnya rupiah di level Rp14.000 diyakini tidak akan menjadi duri bagi perseroan. Pasalnya, perseroan mengalami kerugian bersih Rp338,96 miliar pada kuartal I/2020. Manajemen menyatakan kerugian diakibatkan nilai tukar yang melonjak ke Rp16.737.

Sementara itu, Analis Philip Capital Sekuritas Michael Fibery merekomendasikan tahan dengan target harga Rp990 per saham. Menurutnya dibandingkan dengan kompetitor produksi CPO kebun SSMS lebih baik yakni 24,4 ton per hektare. Adapun produksi para kompetitor hanya 18,9 ton per hektare.

“SSMS dapat mengurangi risiko pasar dengan meningkatkan kualitas produk dan mengantisipasi kejatuhan harga sejak 2016,” katanya.

Selain itu, resiko iklim cuaca juga membayangi kinerja operasional perseroan. Menurutnya strategi perseroan melakukan multi-seeding sehingga memiliki karakteristik tanaman yang kaya dan tidak menghentikan pemupukan adalah langkah tepat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sawit sumbermas sarana Kinerja Emiten sawit minyak sawit
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top