Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Adu Kuat Sentimen Revisi Suram IMF vs Dana Rp30 Triliun Himbara, ke Mana Arah IHSG?

IHSG diperkirakan akan bergerak dengan level support pertama 4.903 dan kedua 4.842. Selanjutnya, resistance pertama 5.038 dan kedua 5.001.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  05:57 WIB
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman

 Bisnis.com,JAKARTA— Ketangguhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal diuji pada sesi perdagangan, Kamis (25/6/2020).

Setelah rebound 1,75 persen ke level 4.964 pada sesi Rabu (24/6/2020), IHSG akan kembali mencoba bertahan di zona hijau jelang akhir pekan. Sejumlah faktor bakal coba mengadang laju indeks.

Dana Moneter Internasional (IMF) mengeluarkan proyeksi terbarunya pada Rabu (24/6/2020). Dilansir melalui Bloomberg, organisasi itu menurunkan prospek ekonomi dunia akibat dari dampak Covid-19.

IMF memproyeksikan resesi yang jauh lebih dalam pada 2020. Tidak hanya itu, pemulihan diperkirakan lebih lambat dari proyeksi yang dikeluarkan pada April 2020.

IMF memprediksi produk domestik bruto (PDB) global akan menyusut 4,9 persen tahun ini atau lebih dalam dari proyeksi 3 persen yang dikeluarkan April 2020. Pada 2021, pertumbuhan hanya diperkirakan 5,4 persen atau turun dari prediksi sebelumnya 5,8 persen.

Proyeksi itu langsung mendapat respons negatif oleh para pelaku pasar. Bursa saham Amerika Serikat (AS) langsung amblas ke zona merah pada awal perdagangan Rabu (24/6/2020) waktu setempat.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks saham acuan S&P 500 melemah 0,73 persen atau 22,73 poin ke level 3.108,56 pada pukul 9.50 waktu New York.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) merosot 1,24 persen atau 323,82 poin ke posisi 25.832,28 dan indeks Nasdaq Composite turun 0,46 persen atau 46,64 poin ke level 10.084,73.

Tekanan faktor eksternal akan berkolaborasi dengan faktor dari dalam negeri untuk menjegal rebound IHSG. Jumlah kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 1.113 orang pada Rabu (24/6/2020). Total positif Covid-19 di Indonesia mencapai 49.009 orang.

Di sisi lain, angin segar datang dari dalam negeri. Pemerintah menempuh langkah agresif untuk membantu likuiditas industri keuangan. 

Teranyar, pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 70/PMK.05/2020 tentang Penempatan Uang Negara pada Bank Umum dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Dengan adanya beleid itu, pemerintah dapat menempatkan uangnya di bank umum yang disebut sebagai bank mitra dengan remunerasi atau bunga. 

Rencananya, akan dilakukan penempatan dana Rp30 triliun di bank himpunan milik negara (Himbara) yang sebelumnya ditempatkan di Bank Indonesia (BI).

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan memprediksi IHSG menguat pada Kamis (25/6/2020). Pergerakan menurutnya akan didorong optimisme suntikan dana Rp30 triliun untuk bantuan menjaga likuiditas perbankan.

“Secara teknikal candlestick membentuk long white body dengan stochastic yang membentuk goldencross mengindikasikan adanya potensi penguatan,” ujarnya melalui riset harian yang dikutip, Kamis (25/6/2020).

Dennies memprediksi IHSG akan bergerak dengan level support pertama 4.903 dan kedua 4.842. Selanjutnya, resistance pertama 5.038 dan kedua 5.001.

Artha Sekuritas memberikan rekomendasi hold untuk saham JPFA, SCMA, TLKM, dan LSIP. Adapun, ADRO mendapatkan anjuran speculative buy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top