Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anak Usaha Krakatau Steel (KRAS) Ini Tunda Lagi Rencana IPO

Krakatau Bandar Samudera menunda rencana IPO karena kondisi pasar modal kurang kondusif kendati tim persiapan telah dibentuk. Rencana IPO akan dieksekusi hingga waktu yang dinilai tepat.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  17:35 WIB
PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), anak perusahaan dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. merampungkan pembangunan fasilitas Integrated Warehouse (IWH) di Pelabuhan Cigading, Cilegon. Istimewa
PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), anak perusahaan dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. merampungkan pembangunan fasilitas Integrated Warehouse (IWH) di Pelabuhan Cigading, Cilegon. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Anak usaha PT Krakatau Steel Tbk., PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) menyatakan akan menunda rencana penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia hingga kondisi perekonomian kondusif.

Direktur Utama Krakatau Bandar Samudera Alugoro Mulyowahyudi mengatakan bahwa pada awal tahun ini sebenarnya perseroan sudah menyiapkan tim untuk mempersiapkan proses IPO. Namun, melihat perkembangan pasar modal yang terperosok cukup dalam di tengah pandemi Covid-19, rencana tersebut dievaluasi kembali.

“Rencana IPO terus dikaji, sebenarnya di awal tahun, kami sudah membuat tim untuk persiapan menjual saham di bursa, tapi karna saat ini sedang krisis, kami evaluasi lagi, sambil menunggu pasar recover,” jelasnya melalui konferensi video, Selasa (23/6/2020).

Selain itu, dia menyebut Krakatau Steel selaku induk usaha juga masih menimbang berbagai opsi lain untuk melakukan divestasi kepemilikan sahamnya di perusahaan.

Untuk diketahui, rencana IPO perseroan sudah bergulir setidaknya sejak 2 tahun lalu. KBS pernah menyatakan akan melepas 20 persen—30 persen sahamnya kepada investor di pasar modal pada akhir 2018.

Selain IPO, pelepasan kepemilikan Krakatau Steel di KBS juga direncanakan dengan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain. PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) sempat berencana mengambil alih 49 persen saham perusahaan, tetapi mandek karena perkara valuasi.

Sebelumnya, Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim menyatakan bahwa pihaknya akan mengkaji ulang rencana divestasi anak usaha pada tahun ini. Hal ini dilakukan karena terjadi pandemi Covid-19 yang mengubah prospek bisnis pada tahun ini.

Semula, Krakatau Steel berencana menyusun persiapan pelepasan anak usaha, termasuk KBS, sepanjang kuartal I/2020. Adapun, rencana eksekusi akan dilakukan ada kuartal II/2020.

Upaya divestasi anak usaha ini merupakan bagian dari komitmen perseroan terhadap restrukturisasi pinjaman bank US$2 miliar pada awal tahun. Perseroan membidik sedikitnya US$1 miliar dari divestasi anak usaha yang akan dijalankan selama 3 tahun mulai 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo krakatau steel
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top