Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bidik Pendapatan Naik 50%, Ini Strategi Anak Usaha Krakatau Steel

PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), badan usaha pelabuhan yang mengelola Pelabuhan Cigading, Cilegon, Banten, menargetkan kenaikan pendapatan hingga 50% tahun ini.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 27 Maret 2019  |  08:42 WIB
Pekerja mengawasi proses produksi lempengan baja panas di pabrik pembuatan hot rolled coil (HRC) PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Cilegon, Banten, Kamis (7/2/2019). - ANTARA/Asep Fathulrahman
Pekerja mengawasi proses produksi lempengan baja panas di pabrik pembuatan hot rolled coil (HRC) PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Cilegon, Banten, Kamis (7/2/2019). - ANTARA/Asep Fathulrahman

Bisnis.com, JAKARTA - PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), badan usaha pelabuhan yang mengelola Pelabuhan Cigading, Cilegon, Banten, menargetkan kenaikan pendapatan hingga 50% tahun ini.

Perseroan mengandalkan peningkatan produksi bongkar muat kargo dan kinerja dua perusahaan yang diakuisisi. Direktur Utama KBS Direktur Utama KBS Alugoro Mulyowahyudi mengatakan, perseroan akan berusaha membukukan pendapatan Rp1,5 triliun tahun ini setelah tahun lalu meraup Rp1 triliun. 


Dari omzet itu, anak perusahaan PT Krakatau Steel Tbk. tersebut berharap dapat mengantongi laba bersih Rp220 miliar, naik sekitar 47% dari realisasi bottom line tahun lalu yang senilai Rp150 miliar. 


"Kenaikan throughput dan omzet setelah akuisisi MSB [PT Multi Sentana Baja] dan WSB [PT Wahana Sentana Baja] akan berpengaruh terhadap pendapatan KBS tahun ini," katanya kepada Bisnis, Selasa (26/3/2019).


KBS tahun ini mengincar produksi bongkar muat 21,4 juta ton setelah tahun lalu menggaet throughput 17,2 juta ton. Peningkatan sekitar 24% itu didorong oleh kenaikan kargo PT Krakatau Steel Tbk., PT Krakatau Posco, pihak ketiga, dan beroperasinya dua dermaga baru. 


Selain itu, KBS pada April akan mengakuisisi PT Multi Sentana Baja (MSB) dan PT Wahana Sentana Baja (WSB), dua perusahaan yang sahamnya sekarang dimiliki oleh Dana Pensiun Krakatau Steel. Pengambilalihan 100% saham kedua perusahaan diyakini akan memperbesar pasar KBS di lini bisnis logistik yang pada gilirannya bakal mendongkrak kinerja top line


Sementara itu, dari sisi belanja modal, KBS tahun ini menganggarkan Rp614 miliar. Dana itu akan dialokasikan a.l. untuk akuisisi MSB dan WSB, pembangunan dermaga 7.1 dan 7.2, pembelian lima unit crane baru, penggantian dua unit crane lama di dermaga 1.1, implementasi teknologi informasi, dan pembelian peralatan handling.


Alugoro mengatakan KBS akan mengoperasikan continuous ship unloader di dermaga 1.1 pada awal 2020 dengan kecepatan 20.000 ton per hari. Crane tercepat di Asia Tenggara itu untuk membongkar kargo curah, khususnya biji-bijian (grains), seperti gandum, kedelai; serta bungkil kedelai (soybean meal). 


"Crane ini terhubung dengan conveyor. Semua grains akan disimpan di integrated warehouse dengan kapasitas 200.000 ton."

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bongkar muat pt krakatau bandar samudera (kbs)
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top