Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perbanyak Portofolio, Saratoga Investama Sedaya (SRTG) Siapkan US$100 Juta

Emiten berkode saham SRTG ini pun menyiapkan dana di kisaran US$50 juta hingga US$100 juta untuk berinvestasi pada perusahaan-perusahaan potensial. Saat ini, perusahaan tengah melakukan analisis dan due diligence kepada sejumlah korporasi yang dinilai baik oleh Saratoga.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  14:34 WIB
Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir menyampaikan sambutan saat Perayaan 10 Tahun Initial Public Offering (IPO) sekaligus satu dekade transformasi bisnis perusahaan PT Adaro Tbk di Jakarta, Senin (16/7). - ANTARA/Puspa Perwitasari
Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir menyampaikan sambutan saat Perayaan 10 Tahun Initial Public Offering (IPO) sekaligus satu dekade transformasi bisnis perusahaan PT Adaro Tbk di Jakarta, Senin (16/7). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. menyiapkan dana sebesar US$50 juta hingga US$100 juta untuk alokasi investasi pada tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Investasi Saratoga Investama Sedaya Devin Wirawan dalam paparan publik perusahaan pada Rabu (17/6/2020) secara daring.

Menurut Devin, perusahaan terus mencari investasi-investasi potensial yang dapat mendatangkan return besar. Hal ini kian penting di tengah terjadinya pandemi virus corona.

“Kami akan lebih aktif mencari saat saham sedang terkoreksi karena risikonya menjadi semakin rendah dari sisi harga,” katanya.

Untuk itu, emiten berkode saham SRTG ini pun menyiapkan dana di kisaran US$50 juta hingga US$100 juta untuk berinvestasi pada perusahaan-perusahaan potensial. Saat ini, lanjut Devin, pihaknya tengah melakukan analisis dan due diligence kepada sejumlah korporasi yang dinilai baik oleh Saratoga.

Devin menambahkan, saat ini SRTG tetap fokus pada tiga bidang usaha yang saat ini menjadi tumpuan perusahaan, yakni konsumer, infrastruktur, dan sumber daya alam.

“Saat ini masih berdiskusi juga dengan perusahaan terkait. Target kami, dalam waktu 6 bulan hingga 1 tahun ke depan, ada satu perusahaan yang bisa terealisasi,” jelasnya.

Saat ini, SRTG memiliki investasi di perusahaan publik yang tersebar di sejumlah sektor. Untuk lini infrastruktur, perseroan mengempit kepemilikan di PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) dan PT Nusa Raya Cipta Tbk. (NRCA).

Di sektor sumber daya alam, SRTG memiliki saham PT Adaro Energy Tbk. (ADRO), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), dan PT Provident Agro Tbk. (PALM). Adapun, perseroan juga memiliki portofolio di perusahaan produk konsumen yakni PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX) dan PT Aneka Gas Industri Tbk. (AGII).

Sementara itu, Presiden Direktur Saratoga Michael W.P. Soeryadjaya menambahkan, fokus SRTG akan tetap pada penguatan fundamental perusahaan investasi. Hal tersebut dilakukan melalui strategi investasi yang disiplin dan terukur.

“Dalam situasi yang dinamis dewasa ini, Saratoga akan selalu waspada dan tetap berusaha mengoptimalkan setiap peluang bisnis, sesuai dengan kebijakan investasi perusahaan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspansi saratoga investama sedaya aksi emiten
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top