Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penguatan Rupiah Berpotensi Berlanjut, Pasar Cermati Faktor Global Berikut

Beberapa sentimen yang akan memengaruhi pergerakan pasar valuta asing pada hari ini berasal dari kebijakan dan data ekonomi dari sejumlah negara.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 16 Juni 2020  |  08:30 WIB
Pegawai bank menata uang dolar di kantor cabang bank Mandiri Syariah di Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Abdurachman
Pegawai bank menata uang dolar di kantor cabang bank Mandiri Syariah di Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah sentimen global diperkirakan akan memengaruhi pergerakan rupiah pada hari ini, setelah ditutup menguat 18 poin pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp14.115 per dolar AS atau terapresiasi 0,13 persen pada penutupan perdagangan kemarin, Senin (15/6/2020). Rupiah mampu menguat saat mayoritas mata uang Asia lainnya masuk ke zona merah.

Sebelumnya, Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim rupiah akan kembali melanjutkan tren tersebut pada perdagangan hari ini. Dia memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif, namun berpotensi ditutup menguat pada perdagangan. Rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp14.095 hingga Rp14.150 per dolar AS.

Sementara itu, dikutip dari laporan PT Monex Investindo Futures, beberapa sentimen yang akan memengaruhi pergerakan pasar valuta asing pada hari ini berasal dari kebijakan dan data ekonomi dari sejumlah negara.

Pertama, The Fed menjanjikan pemberian stimulus baru dengan membeli surat-surat utang swasta, sebagai bagian bantuan dana untuk memulihkan ekonomi, memicu pelemahan dolar AS semalam.

Kedua, pada pukul 08.30 WIB, Bank Sentral Australia akan mengumumkan notula rapat kebijakan moneter terakhir. Bila isi notula tersebut dipandang hawkish oleh pasar, indeks dollar australia terhadap dolar AS berpotensi menguat.

Ketiga, pelaku pasar akan mencermati kebijakan moneter Bank of Japan yang akan diikuti konferensi pers oleh Gubernurnya Haruhiko Kuroda pada sore hari nanti. Hal ini dinilai berpotensi menjadi penggerak bagi dolar USD—JPY.

Keempat, data German Final CPI yang akan dirilis pada pukul 13.00 WIB serta survey ZEW Economic Sentiment untuk Zona Euro dan Jerman pada pukul 16.00 WIB akan menentukan arah nilai tukar Euro terhadap dolar AS.

Kelima, data tenaga kerja Inggris Claimant Count Change juga akan dirilis pada pukul 13.00 WIB. Hal ini berpotensi menjadi penggerak untuk kurs Poundsterling terhadap dolar AS.

Keenam, laporan retail AS pada pukul 19.30 WIB hari ini diperkirakan menjadi penggerak nilai tukar dolar AS dan harga emas. Pasar juga akan mencermati pidato pertanggungjawaban Gubernur The Fed Jerome Powell yang akan dimulai pada 21.00 WIB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as mata uang
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top