Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Menanjak 2,48 Persen ke 5.000, IHSG Terkuat Kedua di Asia Pasifik

IHSG menjadi yang terkuat kedua di Asia Pasifik, di bawah Bursa Selandia Baru yang menguat hingga 3 persen. Hari ini, IHSG melaju di rentang 4.947,88 - 5.103,08.
Karyawati beraktivitas di depan patung banteng di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di depan patung banteng di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,48 persen pada perdagangan Senin (8/6/2020) ke level 5.070,56 seiring dengan tren positif Bursa Asia.

Bahkan, IHSG menjadi yang terkuat kedua di Asia Pasifik, di bawah Bursa Selandia Baru yang menguat hingga 3 persen. Hari ini, IHSG melaju di rentang 4.947,88 - 5.103,08.

Pasar Asia mengawali pekan kedua bulan Juni dengan hasil positif seiring dengan laporan pekerjaan AS yang melampaui ekspektasi dan memperbesar harapan terjadinya pemulihan ekonomi yang lebih cepat.

Dilansir dari Bloomberg pada Senin (8/6/2020), Indeks Topix Jepang ditutup menguat naik 1,13 persen menuju 1.630,72, Nikkei 225 naik 1,38 persen menuju 23.178, dan Nikkei 500 meningkat 0,09 persen menjadi 2.267,12.

Adapun, Bursa Korea Selatan Kospi ditutup naik naik 0,11 persen menjadi 2.184,29, kurang dari 1 persen untuk kembali dari berada di zona hijau pada 2020.

Perhatian investor saat ini berada pada pertemuan bank sentral AS, The Federal Reserve, yang kemungkinan akan kembali melancaran sejumlah kebijakan untuk mendukung perekonomian AS.

Sementara itu, pemerintahan negara-negara mulai melakukan pelonggaran karantina virus corona untuk kembali meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta menekan penyebaran pandemi ini.

“Pasar merespon positif angka penurunan kasus virus corona di sejumlah negara dengan keuatan ekonomi yang besar serta kenaikan angka konsumsi seiring dengan pelonggaran lockdown. Tetapi, dengan membeli saham pada harga sat ini, investor memperkirakan terjadinya pemulihan ekonomi Keynesian pada paruh kedua tahun ini,” demikian kutipan laporan dari Gavekal Research.

Sementara itu, harga minyak mentah flukuatif pada hari ini seiring dengan prospek kenaikan harga yang berlanju setelah tresn serupa terjadi selama enam pekan beruntun. Pada akhir pekan lalu, OPEC menyetujui perpanjangan pemangkasan produksi minyak selama satu bulan ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper