Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dampak Covid-19, Fitch Turunkan Peringkat 28 Perusahaan di Asia Pasifik

Fitch Ratings mencatat hanya dua perusahaan berstatus investment grade yang mengalami penurunan peringkat atau perubahan outlook pada Mei 2020. Dari total 28 perusahaan yang telah diturunkan peringkatnya pada 10 Maret 2020 hingga 31 Mei 2020, hanya ada satu perusahaan yang peringkatnya turun ke bawah investment grade.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 03 Juni 2020  |  15:21 WIB
Kegiatan operasional PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA). Istimewa
Kegiatan operasional PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA). Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings, telah memangkas peringkat 28 perusahaan di Asia Pasifik serta merevisi prospek atau outlook 32 perusahaan menjadi negatif akibat penyebaran pandemi Covid-19.

Dalam publikasi yang dikutip Rabu (3/6/2020), Fitch Ratings melaporkan laju penurunan peringkat pada Mei 2020 secara signifikan lebih lambat dibandingkan dua bulan sebelumnya. Namun, lembaga pemeringkat itu menyebut risiko penyesuaian peringkat terkait pandemi Covid-19 masih tetap ada.

Fitch Ratings menyebut jumlah penurunan peringkat atau perubahan outlook sebanyak 14 perusahan pada Mei 2020. Jumlah itu secara signifikan lebih rendah pada April 2020 yang mencapai 38 perusahaan.

Tim Fitch Ratings menyebut berkurangnya tindakan pemeringkatan negatif mencerminkan bahwa lembaga itu telah memprioritaskan sektor yang paling terpengaruh untuk ditinjau lebih awal. Dengan demikian hasil pemeringkatan yang dipicu oleh Covid-19 pada umumnya menunjukkan hasil yang tidak terlalu parah.

Pada Mei 2020, Fitch Ratings melakukan penurunan peringkat untuk dua perusahaan yakni perusahaan properti asal China, Tahoe Group, menjadi CC dari sebelumnya B-/ rating watch negative (RWN) serta Geo Energy Resources Indonesia diturunkan ke C dari sebelumnya CC.

Lembaga pemeringkat itu juga mencatat telah dilakukan beberapa penurunan peringkat multi notch sejak 10 Maret 2020 karena pandemi Covid-19. Salah satunya perusahaan asal Australia, Virgin Australia Holdings, yang diturunkan dari B+ ke D, Sunshine 100 Holdings China China Holdings dari CCC+ ke CCC-, serta Tata Motors dari BB- ke B.

Fitch Ratings mencatat hanya dua perusahaan berstatus investment grade yang mengalami penurunan peringkat atau perubahan outlook pada Mei 2020. Dari total 28 perusahaan yang telah diturunkan peringkatnya pada 10 Maret 2020 hingga 31 Mei 2020, hanya ada satu perusahaan yang peringkatnya turun ke bawah investment grade.

Adapun, Fitch Ratings penurunan peringkat paling banyak terjadi untuk perusahaan di sektor properti. Sektor lainnya yang menyusul yakni minyak dan gas, otomotif, logam dan pertambangan, permainan, serta perhotelan.

Fitch Ratings melaporkan juga telah memangkas peringkat PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. dari B- menjadi CCC+ karena penurunan harga CPO. Revisi outlook juga dilakukan terhadap PT Tunas Baru Lampung Tbk. dari stabil menjadi negatif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korporasi rating fitch ratings
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top