Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

TKIM Perkirakan Pendapatan dan Laba Turun 25 Persen di Kuartal I/2020

PT Pabrik Kertas Twiji Kimia Tbk. memproyeksikan dampak Covid-19 akan menghantam perolehan laba dan pendapatan perseroan pada kuartal I/2020.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  02:43 WIB
TKIM Perkirakan Pendapatan dan Laba Turun 25 Persen di Kuartal I/2020
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pabrik Kertas Twiji Kimia Tbk. memproyeksikan dampak Covid-19 akan menghantam perolehan laba dan pendapatan perseroan pada kuartal I/2020.

Berdasarkan keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (27/5/2020), manajemen perseroan menyampaikan Covid-19 berdampak terhadap pembatasan kegiatan operasional perseroan selama 1—3 bulan, khususnya di daerak DKI Jakarta.

Kegiatan operasional yang mengalami pembatasan tersebut berkontribusi sekitar 25 persen pendapatan perseroan untuk tahun ini. Perseroan memperkirakan hal ini akan menurunkan pendapatan dan laba bersih masing-masing 25 persen pada kuartal I/2020.

Kendati demikian, perseroan menyatakan bahwa kondisi ini tidak akan memengaruhi pemenuhan kewajiban keuangan jangka pandek. Perseroan juga tidak memberlakukan pemotongan hak terhadap seluruh karyawannya.

“Perseroan menjalankan protokol kesehatan dalam melaksanakan kegiatan operasional perusahaan agar kegiatan operasional tetap dapat berjalan lancar,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Rabu (27/5/2020).

Per 31 Desember 2019, emiten berkode saham TKIM itu mencatatkan penurunan laba bersih 32,23 persen, dari US$245,71 juta menjadi US$166,52 juta. Sementara itu, penjualan menurun 0,82 persen menjadi US$1,047 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tjiwi kimia
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top