Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ternyata Lo Kheng Hong Nabung Uang Belanja Saham di Reksa Dana, Apa Alasannya?

Menurut Lo Kheng Hong, reksa dana memiliki kemudahan dalam penarikan untuk dibelikan saham seperti tabungan. Namun, imbal hasilnya lebih tinggi dari tabungan.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  16:15 WIB
Investor saham yang dijuluki Warren Buffet Indonesia Lo Kheng Hong memaparkan materinya pada acara Mega Talkshow Investasi 2020 di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2020). Bisnis - Rachman
Investor saham yang dijuluki Warren Buffet Indonesia Lo Kheng Hong memaparkan materinya pada acara Mega Talkshow Investasi 2020 di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA —Investor kenamaan Indonesia, Lo Kheng Hong, ternyata juga menempatkan dana yang akan digunakan untuk berbelanja saham ke dalam instrumen investasi reksa dana.

Pria yang mendapat julukan Warren Buffett Indonesia mengungkapkan dirinya memiliki uang atau portofolio yang cukup banyak di reksa dana PT Sinarmas Asset Management. Instrumen itu digunakannya untuk menyimpan uang yang nantinya akan dibelikan saham kembali.

“Uang yang belum habis dibelikan saham saya tempatkan di reksa dana Sinarmas,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (27/5/2020).

Dia memiliki alasan tersendiri kenapa memilih instrumen reksa dana untuk menyimpan uang yang nantinya akan digunakan untuk berbelanja saham. Menurutnya, reksa dana memiliki kemudahan dalam penarikan untuk dibelikan saham seperti tabungan.

“Saya tidak taruh uang ditabungan karena imbal hasilnya kecil,” jelasnya.

Lo Kheng Hong berpesan bagi yang ingin menaruh uang di reksa dana harus mengetahui siapa pemiliknya. Hal itu menyangkut kekuatan finansial.

“Apakah pemiliknya kuat secara finansial? memiliki bank? konglomerat yang sangat kaya agar uang kita aman ditangannya,” imbuh dia.

Seperti diketahui, dalam siaran persnya Selasa (26/5/2020), Sinarmas Asset Management (AM) mengonfirmasi sejumlah produknya telah disuspensi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pasalnya, telah terjadi volatilitas harga obligasi dan mengetatnya likuiditas di pasar membuat perseroan sulit mencapai harga jual wajar.

Sinarmas AM saat ini mencatatkan harga aset yang lebih konservatif di bawah harga pasar yang tidak sesuai dengan ketentuan harga wajar sejumlah produk tersebut. Namun, manajemen optimistis harga aset yang dimaksud akan pulih seiring dengan membaiknya kondisi pasar keuangan.

Adapun, tujuh produk reksa dana milik Sinarmas AM yang pembeliannya dan switching dibekukan sementara yakni Danamas Pasti, Danamas Stabil, Danamas Rupiah, Danamas Rupiah Plus, Simas Saham Unggulan, Simas Syariah Unggulan, Simas Syariah Berkembang.

Lo Kheng Hong sebelumnya menyatakan masih mempercayai Sinarmas AM. Pasalnya, perseroan dinilai memiliki sokongan finansialyang kuat dari konglomerasi Grup Sinarmas.

“Saya punya uang cukup banyak di reksa dana Sinarmas dan saya tidak tarik karena saya percaya kepada Sinarmas,” jelasnya.

Sementara itu, seluruh reksa dana mencetak imbal hasil cenderung positif sejalan dengan pergerakan indeks harga saham gabungan pada penutupan akhir pekan lalu.

Berdasarkan data Infovesta Utama pada periode 15 Mei 2020—20 Mei 2020 yang dirilis Selasa (26/5/2020), kinerja reksa dana saham yang tercermin dari Infovesta Equity Fund Index menguat 1,08 persen. Adapun, reksa dana campuran yang tercermin dari Infovesta Balanced Fund Index menguat 0,99 persen.

Penguatan juga terjadi untuk kinerja reksa dana pendapatan tetap tercermin dari penguatan Infovesta Fixed Income Fund Index yang menguat 0,76 persen. Selanjutnya, Infovesta Money Market Fund Index atau reksana dana pasar uang menguat 0,07 persen.

Adapun, obligasi pemerintah atau Infovesta Government Bond Index (IGBI) naik sebesar 0,74 persen. Sebaliknya, obligasi korporasi yang tercermin dari Infovesta Corporate Bond Index (ICBI) turun sebesar 0,02 persen.

“Seluruh reksa dana mencetak kinerja imbal hasil yang cenderung positif pada penutupan pekan lalu. Kinerja indeks harga saham gabungan mencatat pertumbuhan kinerja positif sebesar 0,85 persen,” tulis Invofesta Utama melalui riset mingguan, Selasa (26/5/2020).

Dengan melihat kinerja reksa dana, kebijakan Bank Indonesia, serta sentimen global, Infovesta Utama menyebut reksa dana berbasis pendapatan tetap menjadi lebih menarik bagi investor.

Pasalnya, terdapat potensi peningkatan kinerja yang didukung adanya pemangkasan suku bunga dalam jangka waktu dekat.

“Namun, untuk investor dengan horizon investasi yang lebih panjang tetap dapat mengakumulasi reksa dana berbasis saham mengingat valuasi pasar saham yang saat ini sedang murah dan berpotensi untuk mengalami kenaikan yang lebih tinggi dalam jangka panjang,” tulis Infovesta Utama.

Berikut produk reksa dana dengan return tertinggi secara bulanan (month to date) per 20 Mei 2020

Reksa Dana Saham

Return (%)

Gemilang Dana Saham Indonesia

7,85

Capital Equity Fund

3,66

Foster Equity Fund

2,96

Reksa Dana Campuran

Capital Balanced Fund

2,62

Capital Optima Balanced

2,37

Pacific Balance Fund

1,96

Reksa Dana Pendapatan Tetap

Victoria Obligasi Negara

2,74

BNI-AM Prioritas Optima

2,67

Lautandhana Maxima Income Fund

2,54

Reksa Dana Pasar Uang

PNM DANA TUNAI

0,81

Majoris Pasar Uang Indonesi

0,63

HPAM Ultima Money Market

0,37

Sumber: Infovesta Utama 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham reksa dana lo kheng hong
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top