Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indofood, Pinehill, dan Ambisi Jadi Raja Mi Instan Dunia

Rencana akuisisi saham Pinehill sejalan dengan upaya pengembangan dan perluasan kegiatan usaha perserountuk memiliki kegiatan usaha utama produksi dan distribusi mi instan di negara-negara di Afrika, Timur Rengah, dan Eropa Tenggara.
Azizah Nur Alfi dan Ria Theresia Situmorang
Azizah Nur Alfi dan Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 23 Mei 2020  |  14:30 WIB
Indomie - Ilustrasi/indofood.com
Indomie - Ilustrasi/indofood.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) akhirnya mengumumkan transaksi jual beli saham bersyarat dengan Pinehill Corpora Limited dan Steele Lake Limited senilai US$2,99 miliar atau sekitar Rp44,33 triliun (Kurs Rp14.785 per dolar AS). Transaksi ini masih perlu menunggu persetujuan pemegang saham dalam RUPS yang rencananya digelar paling lambat  pada 28 Agustus 2020.

Sekadar mengingatkan, tiga bulan lalu, rencana transaksi ini sempat bikin heboh bursa saham dan membuat saham ICBP anjlok. Pada 11 Februari 2020, manajemen ICBP mengumumkan rencana akuisisi Pinehill, sebuah entitas yang mengendalikan beberapa produsen mi instan dengan cakupan pasar di tujuh negara. 

Sehari berselang, pasar saham bereaksi ; hingga pukul 10.22 WIB, harga saham ICBP turun 5,88 persen dan di akhir pedagangan ditutup 10.750 atau turun 6,3 persen.

Kalangan sekuritas memberikan rekomendasi netral maupun beli untuk saham ICBP saat itu. Yang jelas, sekuritas menilai akuisisi Pinehill dalam jangka panjang menguntungkan ICBP.

Analis William Siregar mengatakan pasar bereaksi negatif terhadap rencana akuisisi Pinehill karena transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi dan kemungkinan dibeli dengan harga premium.

“[Hal ini] Sama halnya ketika Indofood beli tanah untuk kebutuhan pabrik di atas harga pasar. So, market kembali bereaksi bahwa hal ini bisa terulang lagi, dimana pembelian di harga premium pastinya membutuhkan dana atau investasi yang besar,” jelas William kepada Bisnis, Kamis (13/2/2020) lalu. 

Sementara itu Mirae Asset Sekuritas menilai secara operasional akuisisi Grup Pinehill ini akan memperlebar jangkauan ICBP di pasar global dan menaikkan volume penjualan. Penjualan bisa menjangkau pangsa pasar sebanyak 800 juta penduduk di beberapa negara.

Corporate Secretary ICBP Gideon A. Putro mengatakan rencana akuisisi saham Pinehill Company Limited sejalan dengan pengembangan dan perluasan kegiatan usaha perseroan. Perusahaan menargetkan memiliki kegiatan usaha utama produksi dan distribusi mi instan di negara-negara di Afrika, Timur Rengah, dan Eropa Tenggara.

Rencana ini juga akan menempatkan perseroan di posisi strategis di pasar-pasar yang mengutamakan produk halal. Selain itu rencana tersebut juga akan menjadikan perusahaan sebagai pemain dan produsen produk makanan global dengan pangsa pasar yang kuat, terutama produk mi instan.

"Rencana transaksi ini merupakan transaksi dengan pihak terafiliasi perseroan mengingat salah satu dari pihak penjual yaitu Pinehill Corpora merupakan pihak terafiliasi perseroan. Namun, direksi berkeyakinan bahwa rencana transaksi tidak mengandung benturan kepentingan," jelas Gideon dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat (22/5/2020).

Pinehill Corpora merupakan konsorsium dan Anthoni Salim memiliki penyertaan secara tidak langsung sekitar 49 persen saham Pinehill Corpora. Kerabat Anthoni Salim memiliki penyertaan secara tidak langsung sekitar 8,3 persen dalam Pinehill Corpora, sedangkan 42,7 persen saham sisanya dimiliki oleh pihak ketiga independen.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, Pinehill memiliki 59 persen kepemilikan pada anak perusahaannya, sisanya dimiliki oleh mitra lokal. Volume penjualan Pinehill mencapai 7,4 miliar paket mie per tahun dan melayani pasar domestik dan pasar ekspor.

Total populasi yang bisa dijangkau Pinehill di pasar domestik mencapai 576 juta orang. Jika akuisisi dilakukan, ICBP akan melayani sekitar 800 juta orang tanpa memperhitungkan pasar ekspornya. Dengan kata lain, pangsa pasar yang bisa dijangkau produsen mi instan Indomie bisa mencapai empat kali lipat dari populasi Indonesia.

Tidak bisa dipungkiri, mi instan merek Indomie sudah bukan menjadi brand lokal. Popularitas Indomie sudah tersebar ke seluruh dunia. 

Tahun lalu, Los Angeles Times menempatkan Indomie sebagai mi instan ramen paling lezat di dunia.  Di media sosial twitter, penggemar berat Indomie bahkan membuat akun bernama @AgamaIndomie  yang pengikutnya tercatat mencapai 65.000.

Dus, dengan potensi pangsa pasar 800 juta jiwa sebagaimana disebut di atas, Indomie tidak lagi jago kandang dan menjadi aset nasional. Lebih dari itu, Indomie, bakal menjadi milik 11 persen penduduk di dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indofood indofood cbp sukses makmur
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top