Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sempat Gagal Mengorbit, Apa Kabar Proyek Satelit Patungan Indosat dan PSN?

Satelit Nusantara Dua merupakan satelit yang dibeli oleh perusahaan joint venture antara Indosat dan PT Pintar Nusantara Sejahtera (PNS) yakni PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS). Satelit ini diproyeksikan sebagai pengganti satelit Palapa D milik Indosat yang akan deorbit pada Juli 2020.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 11 Mei 2020  |  15:40 WIB
Satelit Nusantara Dua Kerja Sama PSN/Indosat Ooredoo Siap Meluncur di Angkasa. Istimewa
Satelit Nusantara Dua Kerja Sama PSN/Indosat Ooredoo Siap Meluncur di Angkasa. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Indosat Tbk. (ISAT) tengah bekerja sama dengan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Pintar Nusantara Sejahtera (PNS) untuk mengganti satelit Nusantara 2 yang gagal mengorbit awal April lalu.

Satelit Nusantara Dua merupakan satelit yang dibeli oleh perusahaan joint venture antara Indosat dan PT Pintar Nusantara Sejahtera (PNS) yakni PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS). Satelit ini diproyeksikan sebagai pengganti satelit Palapa D milik Indosat yang akan deorbit pada Juli 2020.

Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi VI DPR yang diadakan secara virtual, Senin (11/5/2020), Director & Chief Strategy and Innovation Officer Indosat Arief Musta'in mengatakan pihaknya memiliki dua tim untuk menangani persoalan satelit ini.

Menurutnya, tim pertama fokus mengurusi solusi jangka pendek yakni memastikan Indosat dapat tetap melayani seluruh mitranya termasuk klien dari bisnis broadcasting atau siaran televisi dan radio yang saat ini menggunakan layanan dari satelit Palapa D setelah satelit tersebut deorbit.

Sebagai informasi, satelit Palapa D telah berada di orbit sejak 2009 lalu. Satelit tersebut melayani kebutuhan bagi setidaknya 23 lembaga penyiaran televisi dan 8 radio, serta sejumlah operator telekomunikasi di Indonesia.

“Tim ini sudah menyelesaikan. Jadi kami dipantau terus oleh Kominfo, kami juga telah bekerja sama dengan beberapa teman kita dari Telkom, dengan PNS, yang juga memiliki satelit. Untuk saling back up dalam jangka pendek ini,” tutur Arief dalam rapat yang disiarkan melalui TV Parlemen DPR, Senin (11/5/2020).

Sementara itu, tim kedua menangangi solusi jangka panjang, yakni menyiapkan strategi apa yang selanjutnya akan ditempuh oleh perseroan terkait satelit tersebut, termasuk mengkaji opsi untuk meluncurkan kembali satelit baru.

Arief menyebut hak guna slot satelit yang terletak di di 113° Bujur Timur saat ini masih resmi menjadi milik Indosat, sehingga mereka dapat kembali menggunakannya untuk satelit baru pengganti Nusantara 2.

“Tapi [untuk membuat satelit baru] butuh waktu 28—33 bulan. Itu untuk pembuatan sampai peluncuran,” imbuhnya.

Di sisi lain, saat ini pihaknya masih menunggu proses pencairan asuransi Nusantara 2 selesai. Arief mengatakan seluruh elemen dari satelit tersebut termasuk harga dan proses pra-operasionalnya telah diasuransikan tapi baru akan keluar saat proses investigasi selesai.

“Saat ini sedang dilakukan investigasi secara total, butuh 120 hari untuk menuntaskan investigasi ini agar penyelesaian asuransi itu dapat diselesaikan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indosat satelit
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top