Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasca Rapat The Fed, Rupiah Berpeluang Menguat pada Kamis (30/4)

Dalam rapat kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang berakhir Rabu (29/4/2020) waktu setempat atau Kamis (30/4/2020) dini hari WIB, para pembuat kebijakan memutuskan mempertahankan Fed Funds Rate di level 0 persen - 0,25 persen.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 30 April 2020  |  08:10 WIB
Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (16/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (16/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Mata uang rupiah diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (30/4/2020) setelah Federal Reserve memertahankan suku bunga

Pada Rabu (29/4/2020), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berhasil ditutup terapresiasi tajam 150 poin atau 0,97 persen ke level Rp15.295 per dolar AS, saat indeks dolar melemah jelang rilis keputusan rapat kebijakan The Fed.

Indeks dolar AS, yang melacak pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, terpantau melemah 0,29 persen atau 0,289 poin ke posisi 99,576.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim rupiah berpeluang menguat pada perdagangan Kamis (30/4/2020) dan bergerak di rentang Rp15.190 - Rp15.390 per dolar AS.

Salah satu sentimen yang dipantau ialah kondisi pandemi di DKI jakarta terus menurun, mengindikasikan kemungkinan PSBB di awal Juni akan kembali di longgarkan.

Hal ini akan diikuti oleh provinsi-provinsi lain, sehingga perekonomian kembali berjalan. Penghentian PSBB menjadi angin segar bagi pasar dan membuat arus modal asing kembali membanjiri pasar valas dan obligasi, sehingga mata uang rupiah menguat.

"Selain itu, pelaku pasar memantau hasil Rapat Federal Reserve," ujarnya.

Bank sentral Federal Reserve Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk menahan suku bunga di kisaran level saat ini dan berjanji untuk mempertahankannya hingga ekonomi AS kembali pulih.

Dalam rapat kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang berakhir Rabu (29/4/2020) waktu setempat atau Kamis (30/4/2020) dini hari WIB, para pembuat kebijakan memutuskan mempertahankan Fed Funds Rate di level 0 persen - 0,25 persen.

Hanya beberapa jam sebelum The Fed menelurkan keputusannya, Departemen Perdagangan AS melaporkan ekonomi AS menyusut 4,8 persen secara tahunan pada kuartal I/2020, kontraksi pertama sejak 2014 yang saat itu mencatat minus 1,1 persen.

Tak hanya membukukan penurunan terburuk sejak 2008, kontraksi pada kuartal pertama itu juga lebih buruk daripada proyeksi median ekonom dalam survei Bloomberg untuk penurunan 4 persen.

Kontraksi tersebut dialami karena upaya yang dilancarkan pemerintah untuk membendung persebaran virus corona telah memaksa banyak perusahaan di AS tutup dan konsumen tidak keluar dari rumah masing-masing.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan saat ini posisi rupiah di kisaran Rp15.400 per dolar AS terbilang undervalue. Oleh karena itu, pihaknya optimistis rupiah dapat menuju Rp15.000 pada akhir 2020.

Salah satu pendorong rupiah ialah defisit transaksi berjalan yang lebih rendah. Semula 2,5 persen - 3 persen dari PDB, insyaallah akan lebih rendah dari itu. Saat ini masih Rp15.400 karena faktor teknikal," paparnya, Rabu (29/4/2020).

Selain itu, Bank Indonesia berkomitmen menjaga pasar dan stabilitas nilai tukar rupiah, sehingga akan melakukan intervensi di pasar spot, DNDF, dan SBN.

"Kami juga optimis adanya inflow yang lebih besar. Biasanya setelah 4 bulan outflow, akan selaku diikuti periode inflow," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as Kebijakan The Fed
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top