Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Batu Bara Turun, Pendapatan Bukit Asam (PTBA) Turun Tipis

Di tengah fluktuasi harga batu bara, Bukit Asam (PTBA) masih mampu mempertahankan kinerja laba usaha sebesar Rp1,08 triliun.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 30 April 2020  |  19:47 WIB
Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) Arviyan Arifin memberikan keterangan saat paparan kinerja di Jakarta, Rabu (4/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) Arviyan Arifin memberikan keterangan saat paparan kinerja di Jakarta, Rabu (4/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, Jakarta, 30 April 2020 – PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) mencatat pendapatan penjualan sebanyak Rp5,12 triliun sepanjang kuartal I/2020, turun 4 persen secara tahunan (year on year). Pendapatan Bukit Asam lungsur seiring dengan penurunan harga jual batu bara.

Penjualan batu bara Bukit Asam dalam tiga bulan pertama 2020 sebetulnya tumbuh 2,1 persen menjadi Rp6,8 juta ton dibandingkan dengan tiga bulan pertama 2019. Namun, harga jual rata-rata batu bara turun 3,9 persen menjadi Rp741.845 per ton.

"Penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan harga batu bara Newcastle sebesar 29,5 persen maupun harga batu bara thermal Indonesia (Indonesian Coal Index / ICI) GAR 5000 sebesar 6,9 persen dibandingkan harga rata-rata triwulan I 2019," jelas manajemen PTBA melalui keterangan tertulis, Kamis (30/4/2020).

Secara umum, pencapaian perseroan pada kuartal I/2020 disebut tidak lepas dari strategi manajemen dalam melakukan efisiensi yang berkelanjutan di semua lini. Emiten bersandi saham PTBA ini juga mengoptimalkan peluang pasar ekspor ke beberapa negara seperti India, Hong Kong, Taiwan,Thailand, Vietnam dan sejumlah negara Asia lainnya, di tengah fluktuasi harga batu bara acuan (HBA).

Di sisi lain, beban pokok penjualan tercatat 3,6 triliun atau tumbuh 1,1 persen dibandingkan dengan periode kuartal I/2019. Kenaikan beban terjadi karena peningkatan volume angkutan batu bara dan kenaikan biaya jasa penambangan.

Dengan gambaran pendapatan dan peningkatan beban pokok penjualan serta beban usaha, laba usaha Perseroan masih bisa mencapai Rp1,08 triliun. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan dengan posisi tahun lalu sebesar Rp1,42 triliun. Kemudian diiringi dengan tercapainya EBITDA sebesar Rp1,5 triliun dan pencapaian laba bersih Perseroan sebesar Rp903,2 miliar

Perolehan laba usaha Bukit Asam turun dibandingkan dengan Laba usaha PTBA mencapai Rp1,08 triliun per Maret 2020, turun dari sebelumnya Rp1,42 triliun.

Bukit Asam sebetulnya mencatatkan peningkatan selisih kurs entitas anak sebesar Rp667,65 miliar dari Rp141,71 miliar pada kuartal I/2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bukit asam harga batu bara
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top