Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KABAR EMITEN: Jalan Berliku Emiten Transportasi, INCO Cetak Untung

Sejumlah berita menjadi topik utama halaman market dan korporasi harian Bisnis Indonesia hari ini, Rabu (29/4/2020), di antaranya mengenai jalan berliku bagi emiten sektor transportasi.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 April 2020  |  07:35 WIB
Pekerja mengeluarkan biji nikel dari tanur dalam proses furnace di smelter PT. Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/3/2019). - ANTARA/Basri Marzuki
Pekerja mengeluarkan biji nikel dari tanur dalam proses furnace di smelter PT. Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/3/2019). - ANTARA/Basri Marzuki

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah berita menjadi topik utama halaman market dan korporasi harian Bisnis Indonesia hari ini, Rabu (29/4/2020), di antaranya mengenai jalan berliku bagi emiten sektor transportasi.

Berikut ringkasan sejumlah topik utamanya:

 

Jalan Berliku Emiten Transportasi. Emiten sektor transportasi darat meracik strategi untuk meminimalisasi dampak pandemi Covid-19 terhadap kinerja perseroan pada 2020. Jasa kurir dan logistik menjadi lini bisnis yang bakal digenjot.

Pada 2020, emiten transportasi bakal meluncur di jalan yang berliku. Kinerja emiten sektor transportasi dasar bakal terganjal oleh penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan larangan mudik. Namun, bisnis pengiriman paket sedang kebanjiran pelanggan.

INCO Cetak Untung. Kendati mampu mencetak laba bersih US$29 juta pada kuartal I/2020, PT Vale Indonesia Tbk. mewaspadai risiko penurunan harga nikel yang dapat menggerus profi tabilitas perusahaan.

Penjualan MLBI Kian Tertekan. Pandemi virus corona (Covid-19) diperkirakan menggerus penjualan produsen minuman PT Multi Bintang Indonesia Tbk. (MLBI) dan membuat kinerja perseroan semakin memburuk pada kuartal kedua tahun ini.

Investor Lirik Lagi Pasar Obligasi. Bisnis, JAKARTA — Pelaku pasar dinilai mulai kembali melirik ke pasar obligasi dalam negeri meskipun yield diperkirakan masih akan berada pada level cukup tinggi.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPRR) Kementerian Keuangan, lelang Surat Utang Negara (SUN) kemarin menghasilkan penawaran masuk mencapai Rp44,39 triliun, naik dari dua kali lelang sebelumnya yakni pada 14 April (Rp27,65 triliun) dan 31 Maret (Rp33,51 triliun).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi vale indonesia tbk aksi emiten
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top