Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fitch Pangkas Peringkat PP Properti (PPRO)

Peringkat PPRO diturunkan karena arus kas perseroan dinilai bakal tersendat seiring perlambatan yang menimpa sektor properti akibat pandemi Covid-19.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 23 April 2020  |  15:08 WIB
Presiden Director PT PP Properti Tbk. Taufik Hidayat (kiri) memberikan penjelasan kepada Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Maria Yuliana Benyamin saat berkunjung ke Redaksi Bisnis Indonesia, Selasa (4/2). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Presiden Director PT PP Properti Tbk. Taufik Hidayat (kiri) memberikan penjelasan kepada Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Maria Yuliana Benyamin saat berkunjung ke Redaksi Bisnis Indonesia, Selasa (4/2). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga pemeringkat Fitch Ratings Indonesia menurunkan peringkat PT PP Properti Tbk (PPRO)menjadi BBB- (idn) dari sebelumnya 'BBB + (idn).

Berdasarkan laporan Fitch yang dikutip Bisnis, Kamis (23/4/2020), outlook atau prospek peringkat surat utang PP Properti juga tetap negatif.

Penurunan peringkat mencerminkan pandangan Fitch bahwa arus kas PP Properti dari operasi, termasuk akuisisi lahan tanah, akan tetap negatif dalam jangka menengah. Hal ini membuat perusahaan semakin bergantung pada utang untuk mendanai operasinya.

Fitch percaya pengumpulan dana dari uang muka penjualan akan melambat lebih lanjut karena pandemi virus corona (Covid-19). Arus kas emiten bersandi saham PPRO itu juga bisa tersendat karena penundaan yang signifikan dari pembeli yang menggunakan skema angsuran.

Sementara itu, outlook negatif mencerminkan risiko bahwa PPRO tidak akan dapat meningkatkan arus kasny atau meluncurkan proyek baru. Aksi tersebut terbilang menantang penyebaran virus corona telah mencapai seluruh provinsi.

Dampak pandemi akan semakin menekan penagihan kas PPRO dan membatasi kemampuan dalam membayar kewajiban utang sleama 12-18 bulan ke depan.

Untuk diketahui, peringkat nasional 'BBB' menunjukkan risiko gagal bayar sedang relatif terhadap emiten atau kewajiban lain di negara yang sama. Namun, perubahan keadaan atau kondisi ekonomi lebih cenderung memengaruhi kapasitas pembayaran tepat waktu dibandingkan dengan komitmen keuangan yang ditunjukkan oleh kategori berperingkat lebih tinggi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Kinerja Emiten pt pp properti
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top