Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Transaksi Crossing Rp1,73 Triliun, Laju Saham Indonesian Paradise (INPP) Masih Tak Menentu

Pada perdagangan Rabu (22/4/2020) sesi I, saham INPP melesu 0,71 persen atau 5 poin menuju Rp695, setelah bergerak di rentang Rp660 - Rp700. Nilai transaksi hanya senilai Rp1,51 miliar.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 22 April 2020  |  13:02 WIB
Pengunjung berjalan melintasi papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Senin (13/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung berjalan melintasi papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Senin (13/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Laju saham emiten properti PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) masih bergerak tak menentu kendati mengalami transaksi senilai Rp1,73 triliun.

Pada perdagangan Rabu (22/4/2020) sesi I, saham INPP melesu 0,71 persen atau 5 poin menuju Rp695, setelah bergerak di rentang Rp660 - Rp700. Nilai transaksi hanya senilai Rp1,51 miliar.

Padahal kemarin pada Selasa (21/4/2020), UOB Kay Hian Sekuritas tercatat memborong saham emiten properti PT Indonesia Paradise Property Tbk. (INPP) sebesar Rp1,73 triliun

Berdasarkan data Bloomberg, sekuritas dengan kode AI itu memborong 2,47 miliar saham INPP. Namun sebelum pasar ditutup AI juga tercatat menjual seluruh saham yang hari ini dibeli atau crossing transaction.

Aksi beli dan jual mencapai Rp1,73 triliun, sehingga total transaksi mencapai Rp3,46 triliun. Adapun, total transaksi saham oleh UOB pada hari ini sejumlah Rp3,51 triliun. Artinya, mayoritas transaksi merupakan perdagangan saham INPP.

Transaksi broker secara keseluruhan pada hari ini sebesar Rp6,47 triliun. Tanpa crossing saham INPP, total transaksi broker hanya sebesar Rp4,75 triliun.

Selain AI, Mirae Asset Sekuritas atau YP juga tercatat melakukan pembelian atas 31.400 saham INPP dan menjual sebanyak 1.100 saham.

YP mengeluarkan Rp22,13 juta untuk aksi beli dan mendapatkan Rp814.000 dari penjualan saham INPP.

Saham INPP pada hari ini ditutup melemah 4,11 persen atau 30 poin menjadi Rp700, setelah bergerak di rentang Rp680 - Rp840 pada hari ini. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp7,83 triliun.

Belum lama ini, INPP baru saja menambahkan kepemilikan saham PT Kega Property Utama (PT KPU) melalui pembelian seluruh saham yang dimiliki PT Rampaka Redana Cakra (PT RRC) sebesar 42,73 persen.

INPP menggelontorkan dana mencapai Rp4,25 miliar untuk mencaplok 4,7 juta saham, total keseluruhan saham milik PT RRC. Dengan demikian, INPP yang semula hanya memiliki saham sekitar 50 persen dari total keseluruhan kepemilikan saham PT KPU, saat ini menjadi pemegang saham pengendali dengan total kepemilikan mencapai 92,73 persen atau setara dengan 10,2 juta saham.

Untuk diketahui, PT Kega Property merupakan pemilik POP! Hotel Sangaji Yogyakarta yang memiliki 151 kamar dan dikelola oleh Tauzia Hotel Management.

Sebelumnya, Direktur Indonesia Paradise Propety Diana Solaiman mengatakan bahwa sentimen penyebaran Covid-19 sangat berdampak terhadap kinerja keuangan pada tahun ini.

“Kinerja sangat terdampak, okupansi hotel turun drastis menjadi hanya 10-20% saja dan tidak beroperasinya mall selama 14 hari,” ujar Diana kepada Bisnis.com.

Dia pun mengatakan bahwa perseroan telah melakukan efisiensi untuk menekan beban-beban tersebut, seperti menutup ruangan yang tidak terpakai, penyederhanaan atas makanan dan minuman, set-up buffet yang digantikan dengan makanan sesuai pesanan, mengurangi jam operasional mall, dan pengembangan bisnis sampai keadaan membaik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indonesian paradise property transaksi saham
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top