Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Adhi Karya (ADHI) Bakal Pangkas Target Kontrak Baru 

Target kontrak baru direvisi karena ada penundaan sejumlah proyek yang dibidik oleh perseroan
Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk Budi Harto didampingi direksi lainnya memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan, usai rapat umum pemegang saham tahunan, di Jakarta, Kamis (9/5/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk Budi Harto didampingi direksi lainnya memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan, usai rapat umum pemegang saham tahunan, di Jakarta, Kamis (9/5/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan

Bisnis.com ,JAKARTA— PT Adhi Karya (Persero) Tbk. akan merevisi turun target kontrak baru periode 2020 sejalan dengan  penundaan sejumlah proyek tahun ini.

Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto mengatakan perseroan akan menurunkan target perolehan kontrak baru 2020. Keputusan itu menyusul banyak proyek pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN), dan swasta yang tertunda.

“Nilainya masih kami kaji dengan melihat perkembangan COVID-19,” ujarnya kepada Bisnis akhir pekan lalu.

Emiten berkode saham ADHI itu mengantongi kontrak baru Rp2,5 triliun hingga Maret 2020. Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru dari pemerintah mendominasi sebesar 70 persen pada kuartal I/2020.

Berdasarkan catatan Bisnis, ADHI membidik nilai kontrak baru Rp35 triliun pada 2020 atau meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan realisasi Rp14,7 triliun tahun lalu. Perseroan sebelumnya menyebut perolehan kontrak baru tahun ini masih akan didominasi oleh infrastruktur jalan tol.

Sementara itu, Direktur Keuangan Adhi Karya Entus Asnawi M. mengungkapkan perseroan akan melakukan sejumlah efisiensi untuk menjaga profitabilitas pada 2020. Salah satunya penghematan terhadap perjalanan dinas dan biaya operasional lainnya.

Entus mengatakan ADHI juga akan menunda sebagian rencana investasi jangka panjang. Tujuannya, mengurangi beban keuangan pada 2020.

“Sedang kami diskusikan dengan para pihak terkait besaran penundaannya [rencana investasi jangka panjang],” jelasnya.

Sebagai catatan, ADHI mengantongi pendapatan Rp15,30 triliun pada 2019. Realisasi itu turun 2,22 persen dibandingkan dengan Rp15,65 triliun periode 2018.

Dari situ, perseroan membukukan laba bersih Rp663,80 miliar per 31 Desember 2019. Pencapaian itu naik 3,05 persen dari Rp644,15 miliar periode yang sama tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper