Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pekan Ini, Secara Perdana BEI Tiadakan Seremoni IPO di Bursa

Hal tersebut sehubungan dengan imbauan dari WHO dan Pemerintah dalam melakukan physical distancing hingga pembatasan kegiatan dalam jumlah besar.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 04 April 2020  |  09:54 WIB
Pengunjung melintas di dekat papan elektornik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Selasa (17/3/2020). Pada perdagangan Selasa (17/3), IHSG tertekan di zona merah dan sempat mengalami trading halt menjelang akhir perdagangan. Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 4,99 persen atau 233,91 poin ke level 4456,75. Ini merupakan level terendah IHSG sejak Januari 2016. Bisnis - Abdurachman
Pengunjung melintas di dekat papan elektornik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Selasa (17/3/2020). Pada perdagangan Selasa (17/3), IHSG tertekan di zona merah dan sempat mengalami trading halt menjelang akhir perdagangan. Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 4,99 persen atau 233,91 poin ke level 4456,75. Ini merupakan level terendah IHSG sejak Januari 2016. Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Selama pekan ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk pertama kalinya meniadakan seremoni pencatatan saham perdana sehubungan dengan pandemi virus corona.

Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono menjelaskan hal tersebut sehubungan dengan imbauan dari Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) dan Pemerintah Republik Indonesia dalam melakukan physical distancing hingga pembatasan kegiatan dalam jumlah besar.

Langkah-langkah tersebut sebagai antisipasi penyebaran pandemi Covid-19 di Indonesia.

"BEI pada pekan ini, tepatnya Selasa (31/3/2020) resmi melakukan Pencatatan Perdana Saham PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk. Untuk pertama kalinya seremoni dari pencatatan saham tersebut ditiadakan," jelasnya melalui keterangan resmi, Sabtu (4/4/2020).

Emiten yang bergerak di sektor basic industry and chemicals dengan subsektor chemicals tersebut mendapat kode saham SAMF.

SAMF menjadi perusahaan tercatat ke-19 sepanjang 2020 dan tercatat pada Papan Utama BEI. Pada pencatatan perdana tersebut, saham SAMF dibuka pada level Rp120 per saham yang segera melompat ke Rp162 per saham.

Direktur Penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna menjelaskan selama pandemik belum berakhir kegiatan seremoni pencatatan tidak akan berlangsung. Bursa Efek Indonesia, lanjutnya, akan menggantinya dengan dukungan informasi kepada stakeholders serta pengumuman di laman resmi.

Ketiadaan seremoni akan dibantu dengan penyebaran rilis, pengumuman di laman resmi dan broadcasting backdrop listing di videtron.

Hingga akhir pekan Jumat (3/4/2020), saham SAMF ditutup menguat 25 persen ke level 340 dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya di level 272. Nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp1,74 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia ipo Virus Corona
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top