Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Adu Kuat Investor Asing VS Domestik, 3 Saham Bank Besar Ini Dilego Investor

Pada awal perdagangan Selasa (31/3/202), saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) terkena aksi jual oleh investor asing.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  11:03 WIB
Karyawan di dekat papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (26/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Karyawan di dekat papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (26/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan Selasa (31/3/2020) ke zona hijau. Aksi jual investor asing mendapat perlawanan aksi beli dari investor domestik.

Berdasarkan pantauan Bisnis.com, pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 72,209 poin atau 1,64 persen ke level 4.486,709 hingga pukul 10:18 WIB. Total nilai transaksi saham senilai Rp2,54 triliun.

Investor asing tercatat melakukan transaksi pembelian saham senilai Rp752,5 miliar dan penjualan saham senilai Rp1 triliun. Dengan demikian, tercatat net sell atau jual bersih investor asing senilai Rp276,17 miliar hingga pukul 10:18 WIB.

Adapun, investor domestik tercatat melakukan transaksi pembelian senilai Rp1,8 triliun dan penjualan Rp1,5 triliun.

Pada awal perdagangan Selasa (31/3/202), saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) terkena aksi jual oleh investor asing.

Tiga emiten perbankan berkapitalisasi jumbo itu masing-masing mencetak net sell senilai Rp115,9 miliar, Rp82,5 miliar, dan Rp27,2 miliar hingga pukul 10:25 WIB.

Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio menjelaskan bahwa memang saat ini tengah terjadi adu kuat antara investor asing dengan domestik. Kondisi itu menurutnya cukup wajar saat pasar sedang volatil.

Investor asing, lanjut dia, biasanya akan mengamankan posisi portofolio dengan menjual aset instrumen yang lebih agresif di emerging market untuk membeli safe haven. Pasalnya, investor asing juga terpapar volatilitas nilai mata uang selain risiko volatilitas harga saham.

“Oleh sebab itu, pada saat ini investor asing memang cenderung menjual saham,” jelasnya kepada Bisnis.com, Selasa (31/3/2020).

Berkaca kepada pengalaman krisis atau resesi sebelumnya, Frankie mengatakan pada waktunya investor asing akan kembali. Hal itu untuk mengejar return atau keuntungan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih tinggi dibandingkan dengan developed market.

“Dana asing akan kembali ketika situasi mulai mereda,” imbuhnya.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing mencetak net sell Rp53,27 miliar pada perdagangan, Senin (30/3/2020). Total nilai jual bersih asing sepanjang periode berjalan 2020 senilai Rp10,00 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham perbankan
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top