Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ringkasan Perdagangan 30 Maret: IHSG dan Rupiah Terkulai

IHSG bergerak fluktuatif di level 4.317,71 – 4.545,36. Sebanyak 85 saham menguat, 332 saham melemah, dan 106 saham stagnan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  21:39 WIB
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (24/3/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (24/3/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak melemah tajam bersama nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya penyebaran virus corona (Covid-19) di secara global.

Secara keseluruhan, bursa Asia melemah saat investor mencermati perkembangan negatif virus corona (Covid-19) dan langkah-langkah stimulus yang memicu lonjakan aset berisiko pekan lalu.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Senin (30/3/2020):

Bursa Asia 'Terbakar', IHSG Ditutup Anjlok Hampir 3 Persen

Berdasarkan data BEI, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi tajam 2,88 persen atau 131,07 poin ke level 4.414,5.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di level 4.317,71 – 4.545,36. Sebanyak 85 saham menguat, 332 saham melemah, dan 106 saham stagnan.

Sementara itu, seluruh 10 sektor tertekan di zona merah, dipimpin aneka industri (-5,47 persen), industri dasar (4,79 persen), dan manufaktur (-4,35 persen).

Bursa Asia Melemah Jelang Akhir Kuartal I/2020

Pemerintahan Trump memperkirakan puncak kematian akibat pandemi corona di AS akan tercapai dalam sekitar dua pekan.

Direktur National Institute for Allergy and Infectious Disease Anthony Fauci pada Minggu (29/3/2020) mengatakan jutaan warga Amerika dapat terinfeksi virus tersebut dan angka kematian akibat di AS dapat mencapai 200.000 korban jiwa.

"Pasar masih dalam wilayah yang belum dipetakan. Ketika melihat tahap-tahap pandemi ini, tampak peningkatan. Epicenter telah bergeser ke AS,” ujar Medha Samant, direktur investasi di Fidelity International.

Kasus Positif Corona Bertambah, Rupiah Kembali ke Zona Merah

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan bahwa pelemahan rupiah masih disebabkan oleh kekhawatiran pasar terkait penyebaran virus corona atau Covid-19 yang makin parah di seluruh dunia.

Mengutip data worldometers, total kasus penyebaran virus corona di seluruh dunia hingga 30 Maret 2020 pukul 16.00 WIB mencapai 724.798 orang dengan total kematian hingga 34.021 jiwa.

“Perkembangan wabah yang masih meningkat menjadi kekhawatiran utama pasar, seperti yang terjadi di AS dan Eropa, Indonesia juga demikian. Dampaknya juga sudah terlihat ke perlambatan aktivitas ekonomi global,” ujar Ariston saat dihubungi Bisnis.

Meski Kinerja Tertekan, Reksa Dana Dolar Masih Punya Kelebihan

Proyeksi produk kinerja reksa dana berdenominasi dolar ikut tersungkur bersama pelemahan pasar beberapa waktu belakangan. Namun, reksa dana berbasis greenback dinilai tetap punya sejumlah kelebihan.

Awal tahun ini, reksa dana berdenominasi dolar AS diprediksi bakal mencatatkan kinerja positif. Adapun produk reksa dana saham dinilai akan menjadi produk dengan imbal hasil tertinggi dibandingkan produk sejenis lainnya yang berbasis greenback.

Sejumlah faktor disebut akan berkontribusi, mulai dari suku bunga The Fed yang flat, meredanya sentimen perang dagang global, dan penambahan suplai obligasi pemerintah AS atau US Treasury.

5 Tahun 'Puasa', Bakrie & Brothers (BNBR) Akhirnya Cetak Laba Rp850 Miliar

PT Bakrie & Brothers Tbk. akhirnya mencetak laba bersih sebesar Rp850 miliar pada 2019 setelah lima tahun puasa mencetak laba.

Emiten berkode saham BNBR itu mencatakan rugi bersih Rp1,75 triliun pada 2015, kemudian naik menjadi Rp3,60 triliun pada 2016. Sempat turun menjadi Rp 1,21 triliun pada 2017 dan kembali merugi Rp1,26 triliun pada akhir 2018. Posisi itu berbalik menjadi profit sebesar Rp850 miliar pada akhir Desember 2019.

Direktur Utama Bakrie & Brothers Anindya Novyan Bakrie mengatakan perseroan akhirnya berhasil mencetak laba bersih setelah melakukan restrukturisasi utang. 

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak Juni 2020 terpantau terkoreksi 11,50 poin atau 0,70 persen ke level US$1.642,60 per troy ounce pukul 19.00 WIB.

Perdagangan untuk emas sedikit teredam setelah pasar terhempas ke dalam gejolak pekan lalu ketika krisis kesehatan mengganggu rantai pasokan.

Hal tersebut menciptakan tekanan pada futures emas karena kapasitas penjual untuk memenuhi komitmen mengirimkan logam mulia ini menjadi terbatas.

Di dalam negeri, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta naik Rp2.000 menjadi level Rp926.000 per gram. Adapun harga pembelian kembali atau buyback emas tak berubah di posisi Rp835.000 per gram dari harga sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah Harga Emas Hari Ini
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top