Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja 2019 : Trans Power Marine (TPMA) Cetak Kenaikan Laba 8,29 Persen

Laba bersih Trans Power Marine meningkat berkat kenaikan pendapatan seiring ekspansi usaha.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  10:23 WIB
Kapal tug milik Trans Power Marine tengah menarik tongkang batu bara.  - transpowermarine.com
Kapal tug milik Trans Power Marine tengah menarik tongkang batu bara. - transpowermarine.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pelayaran PT Trans Power Marine Tbk mencatatkan kenaikan laba bersih sebanyak 8,29 persen pada 2019 seiring dengan kenaikan pendapatan perusahaan.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan perseroan, Senin (30/3/2020), emiten bersandi saham TPMA  tersebut mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk senilai US$8,23 juta, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2018 senilai US$7,6 juta.

Kenaikan laba bersih sejalan dengan pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 8,68 persen menjadi US$47,68 juta. Adapun beban langsung juga mengalami kenaikan 11,29 persen menjadi US$33,29 juta. 

Di sisi lain, TPMA mencatat tambahan pendapatan dari pos keuntungan selisih kurs sebesar US$98.084, berbalik dari posisi rugi kurs paa 2018 sebesar US$253.543. 

Sementara itu, arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi atau capital expenditure (capex) mengalami kenaikan signifikan. Pada 2019, perseroan membelanjakan dana senilai US$8,45 juta, naik hampir 8 kali lipat dibandingkan dengan  capex 2018 sebesar US$2 juta.

Di sisi lain, TPMA juga berhasil menekan angka liabilitas jangka pendek perusahaan. Total liabilitas jangka pendek emiten pada 2019 berada di angka US$22,56 juta, lebih rendah dibandingkan tahun 2018 senilai US$24,01 juta.

Sementara itu, total liabilitas jangka panjang pada 2019 juga mengalami penurunan menjadi US$10 juta dari perolehan tahun 2018 senilai US$11,82 juta. Hal ini terjadi karena perseroan sukses membayarkan utang-utang dari bank dan lembaga bukan bank setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu setahun sehingga posisi utang jenis ini turun dari US$10,91 juta pada 2018 menjadi US$8,95 juta

Secara keseluruhan, total liabilitas TPMA adalah senilai US$32,57 juta, atau turun dibandingkan tahun 2018 sebesar US$35,84 juta

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara pelayaran Kinerja Emiten
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top