Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terus Menguat, Gubernur BI: Nilai Tukar Rupiah Stabil

BI terus berada di pasar memantau dan intervensi melalui DNDF dan pembelian SBN pasar sekunder.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  15:57 WIB
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (23/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (23/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah gejolak akibat sentimen penyebaran wabah virus Corona, Bank Indonesia menegaskan nilai tukar rupiah cukup stabil hari ini, Selasa (23/3/2020).

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan bid dan offer dalam pasar valas berjalan cukup baik sehingga nilai tukar rupiah stabil.

"BI terus berada di pasar memantau dan intervensi melalui DNDF dan pembelian SBN pasar sekunder," tegas Perry dalam media briefing melalui channel YouTube BI, Selasa (24/3/2020).

Sejak awal tahun, BI telah membeli SBN sebesar Rp168,2 triliun yang umumnya telah dilepas asing. Dalam kesempatan ini, Gubernur BI juga menyampaikan jumlah cadangan valas cukup.

BI berkomitmen untuk terus melakukan kerja sama dengan pemerintah menstabilkan nilai tukar rupiah. Menurut Perry, sentimen pergerakan global banyak mempengaruhi rupiah.

"Kepanikan sudah turun, tetapi ini masih tinggi," ujarnya.

Sore ini, pukul 15:19 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 75 poin atau 0,45 persen ke level Rp16.500 per dolar AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah bank indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top