Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembatasan Transportasi Massal di DKI, Blue Bird (BIRD) Siapkan Antisipasi

Investor Relation PT Blue Bird Tbk Michael Tan mengatakan pihaknya belum dapat memperkirakan dampak pembatasan transportasi massal yang dilakukan terhadap kenaikan penggunaan armada taksi.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  11:52 WIB
Direktur PT Blue Bird Tbk. Sigit Djokosoetono memberikan pemaaran saat jumpa media di Jakarta, Rabu (19/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Direktur PT Blue Bird Tbk. Sigit Djokosoetono memberikan pemaaran saat jumpa media di Jakarta, Rabu (19/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten transportasi PT Blue Bird Tbk memastikan layanan operasional taksi Blue Bird tetap berjalan seperti biasa ditengah pembatasan moda transportasi massal di Jakarta.

Hal ini merupakan langkah antisipatif menghadapi kemungkinan terjadinya lonjakan penggunaan taksi

Investor Relation PT Blue Bird Tbk Michael Tan mengatakan pihaknya belum dapat memperkirakan dampak pembatasan transportasi massal yang dilakukan terhadap kenaikan penggunaan armada taksi.

“Saat ini masih belum dapat dipastikan seberapa signifikan dampak kebijakan ini. Kami masih harus melihat situasi beberapa waktu kedepan,” ujarnya saat dihubungi pada Senin (23/3/2020) di Jakarta.

Meski demikian, ia memastikan layanan pemesanan taksi Blue Bird akan tetap tersedia dan berjalan seperti biasanya. Layanan operasi Blue Bird juga akan tetap normal dan dapat dipesan melalui booking channel yang telah tersedia.

“Pelanggan tetap dapat memesan taksi kami baik dari aplikasi MyBlueBird, call center, ataupun dari Gojek sebagai partner kami,” katanya.

Menurutnya, layanan operasi yang optimal merupakan langkah antisipasi Blue Bird apabila akan terjadi lonjakan penggunaan layanan taksi.

Selain itu, Michael menambahkan Blue Bird juga memastikan standar pelayanan yang tinggi di tengah merebaknya virus COVID-19. Hal tersebut dilakukan dengan penyemprotan disinfektan pada setiap armada taksi sebelum dioperasikan.

Blue Bird juga terus melakukan monitoring konstan terhadap kondisi kesehatan pengemudi, dan juga menyediakan hand sanitizer di dalam taksi Blue Bird.

Sebelumnya, Amelia Nasution, Direktur Marketing PT Blue Bird Tbk mengatakan pihaknya akan melakukan serangkaian tindakan preventif guna memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang saat menggunakan layanan transportasi dari Bluebird Group.

Salah satu yang akan dilakukan adalah dengan membersihkan kabin mobil oleh pengemudi Bluebird setiap kali selesai mengantarkan penumpang.

“Blue Bird berpartisipasi aktif untuk mencegah penyebaran virus Corona. Kami berharap serangkaian tindakan preventif yang kami lakukan dapat memberikan ketenangan bagi para pengguna Bluebird. Keamanan dan kenyamanan para penumpang merupakan prioritas utama perusahaan,” ujarnya.

Amelia menambahkan, menjaga kebersihan kabin merupakan bagian dari standar operasional yang selama ini telah diterapkan di layanan Blue Bird. Pihaknya berharap usaha menjaga tingkat kebersihan kabin mobil ini akan memberikan rasa nyaman dan aman bagi penumpang saat menggunakan layanan transportasi Blue Bird.

Selain itu, pihaknya juga akan menyediakan masker reusable yang akan diberikan ke masing-masing pengemudi Blue Bird. Amelia mengatakan, masker tersebut dibuat oleh Kartini Bluebird, yakni pusat pelatihan wirausaha yang terdiri dari istri dan anak perempuan dari pengemudi Blue Bird.

Lebih lanjut, perseroan juga mengimbau kepada seluruh pengemudi untuk menggunakan fasilitas JPK3 (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Karyawan dan Keluarga) yang tersedia di masing-masing klinik pool dimana perusahaan memberikan penanganan pertama dari keluhan kondisi pengemudi. Penanganan ini juga tidak dikenakan biaya kepada para pengemudi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai memberlakukan pembatasan waktu layanan dan jumlah penumpang angkutan umum mulai Senin (23/2/2020) ini. Kebijakan itu dilakukan demi membatasi penyebaran virus corona.

Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta menyatakan telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk menyepakati bahwa penyesuaian layanan transportasi umum di Jakarta, tidak hanya berlaku untuk moda transportasi milik BUMD Provinsi DKI Jakarta, namun kini juga meliputi kereta commuter (KRL).

Dengan demikian, pembatasan akan berlaku pada moda transportasi MRT, LRT, Transjakarta dan KRL.

"Sesuai koordinasi kami dengan Kementerian Perhubungan dan PT KCI, maka operasional KRL juga akan menyesuaikan dengan layanan transportasi Jakarta, yaitu akan beroperasi mulai jam 06.00 sampai 20.00 WIB,” Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo, seperti dikutip dari siaran persnya, Sabtu (21/3/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten Blue Bird Work From Home
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top