Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setelah Anjlok Terdalam Sejak 1987, Wall Street Kembali Bangkit

Indeks Dow Jones Industrial Average, S&P, dan Nasdaq Composite terpantau menguat pada awal perdagangan Jumat (13/3/2020).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 13 Maret 2020  |  21:31 WIB
Setelah Anjlok Terdalam Sejak 1987, Wall Street Kembali Bangkit
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange. - Michael Nagle / Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat rebound dari pelemahan terburuk sejak 1987 di tengah harapan kebijakan dari pemerintah di berbagai negara untuk mencegah dampak ekonomi dari virus corona.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average terpantau menguat 2,38 persen ke level 21.705,01 pada awal perdagangan Jumat (13/3/2020) pukul 20.55 WIB, setelah ditutup anjlok 9,99 persen pada perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 4,23 persen ke level 2.585,56 setelah ditutup merosot 9,51 persen sebelumnya. Adapun, indeks Nasdaq Composite menguat 3,17 persen.

Resep kebijakan datang dengan cepat pada hari Jumat, setelah Parlemen Amerika Serikat diperkirakan mencapai kesepakatan mengenai komitmen bantuan untuk mengatasi krisis. Sementara itu, Uni Eropa bersiap untuk menangguhkan aturan belanja pemerintah, sedangkan regulator di Italia dan Spanyol melarang short-selling pada beberapa saham.

Pergerakan tersebut mendukung sentimen pasar yang terpukul oleh penyebaran virus dan serentetan pembatasan perjalanan, penutupan sekolah, serta pembatalan acara di berbagai negara. Namun, perlu diingatkan bahwa rebound sudah diperkirakan sebelumnya dan mungkin tidak berlangsung lama.

Analis Susquehanna Financial Group Christopher Jacobsen mengatakan penguatan kali ini mungkin saja hanya pemulihan sebagian dari kerugian kemarin karena tidak ada berita utama mengerikan yang muncul.

"Pasar telah memperkirakan hasil yang ekstrim dan kurangnya arus berita pagi ini, sehingga mengkonfirmasi ada sedikit reli bantuan hari ini," ungkap Jacobsen, seperti dikutip Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street Virus Corona
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top