Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Obligasi Sampoerna Agro (SGRO) Oversubscribed 1,5 Kali

Dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk akan digunakan untuk modal kerja dan melunasi utang bank.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 04 Maret 2020  |  16:11 WIB
Usai RUPSLB, Head of Investor Relation Sampoerna Agro Michael Kesuma memberikan keterangan kepada wartawan, terkait perubahan jajaran direksi pada Rabu (27/2/2019)./Bisnis - Novita. S. Simamora
Usai RUPSLB, Head of Investor Relation Sampoerna Agro Michael Kesuma memberikan keterangan kepada wartawan, terkait perubahan jajaran direksi pada Rabu (27/2/2019)./Bisnis - Novita. S. Simamora

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten perkebunan PT Sampoerna Agro Tbk. berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp600 miliar melalui penerbitan obligasi dan sukuk ijarah. Selama masa penawaran, perseroan mencatat kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 1,5 kali.

Head Investor Relations Sampoerna Agro Michael Kesuma mengatakan aksi penggalangan dana perseroan telah rampung. SGRO, lanjutnya, sudah mengantongi dana segar Rp600 miliar melalui penerbitan obligasi dan sukuk ijarah.

Michael mengatakan, jumlah obligasi yang diterbitkan perseroan mencapai Rp300 miliar, terdiri dari dua seri. “Obligasi kami kelebihan permintaan pada puncaknya mencapai 1,5 kali,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (4/3/2020).

Dua seri obligasi yang diterbitkan masing-masing seri A sebesar Rp208 miliar dengan kupon bunga 9,35 persen bertenor selama 3 tahun. Adapun seri B diterbitkan sebesar Rp91,50 miliar dengan kupon 9,35 persen bertenor 5 tahun. 

Michael menjabarkan,  sekitar 65 persen dari dana obligasi akan dipakai untuk melunasi lebih awal sebagian pokok utang bank. Sisanya 35 persen dipakai untuk membiayai kebutuhan modal kerja Perseroan.

Sementara itu, emiten bersandi saham SGRO itu menerbitkan sukuk ijarah dalam dua seri senilai Rp300 miliar. Sukuk seri A diterbitkan sejumlah Rp175 miliar dengan imbal hasil setara 9,35 persen bertenor tiga tahun. Adapun seri B dirilis sejumlah Rp125 miliar dengan imbal hasil 10,08 persen bertenor lima tahun. Dana yang diperoleh dari sukuk ijarah akan digunakan untuk  seluruhnya untuk melunasi sisa pokok pinjaman bank.

Di sisi lain, SGRO menilai penyebaran virus corona telah mempengaruhi harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Harga CPO kini telah bergerak ke level 2.377 ringgit  per ton dari 3.000 ringgit per ton di awal tahun. “Itu faktor eksternal, tapi sejauh ini operasional kami masih sesuai dengan target,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi harga cpo Virus Corona
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top