Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prospek Kinerja Brokerage Belum Positif

Sepertinya, efek domino dari wabah virus corona ini belum terlihat ujungnya. Benarkah?
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 01 Maret 2020  |  18:52 WIB
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—Melemahnya pasar berimbas pada turunnya transaksi broker sepanjang Februari 2020. Prospek kinerja bulan Maret pun dinilai belum memiliki sinyal positif.

Direktur Mandiri Sekuritas Andy Bratamiharja mengatakan tekanan berat yang melanda hampir seluruh pasar modal di dunia membuatnya tidak berani berspekulasi mengenai prospek kinerja brokerage pada Maret 2020.

‘Tidak ada yang positif, semua koreksi tajam dan belum kelihatan di mana titik terendahnya,” katanya saat dihubungi Bisnis, Jumat (28/2/2020)

Dia menilai efek domino dari wabah virus corona ini belum terlihat ujungnya. Namun, dia meyakini Indonesia akan terkena imbasnya, apalagi negara-negara yang terdampak seperti China, Jepang, dan Korea Selatan merupakan mitra dagang besar Indonesia.

“Wisman dari ketiga negara tersebut ke Indonesia juga banyak jumlahnya. Jadi ya pasti berat tekanan dampak virus ini terhadap kinerja perusahaan Indonesia, baik secara langsung maupun tidak langsung,” tambahnya.

Menurutnya, saat ini sekuritas hanya bisa berhati-hati dan bertahan. Dia mengharapkan isu eksternal seperti wabah Covid-19 dan isu domestik seperti kasus-kasus yang membelit institusi pasar modal dapat dilalui dengan baik.

“Kita semua harus tetap optimis, biar bagaimanapun. Tetapi memang tidak boleh tidak realistis dan menjanjikan yang tidak-tidak,” ujar Andy.

Hal serupa juga dinyatakan Direktur Panin Sekuritas Prama Nugraha. Dia mengamini bahwa wabah corona dan kasus asuransi menjadi sentimen yang berdampak pada penurunan transaksi Panin Sekuritas sepanjang Februari 2020.

“[kami] Lagi pusing. Marketnya ketularan virus,” kata Prama saat dihubungi Bisnis pekan lalu.

Saat ini strategi yang dapat dilakukan Panin adalah terus menginformasikan perkembangan pasar agar para investor tetap tenang. Selain itu analisis pasar juga terus diberikan untuk membantu investor mengambil sikap.

“[Yang bisa dilakukan adalah] kita terus kasih info ke nasabah,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

broker
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top