Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

22 Saham Tertekan, Jakarta Islamic Index Terguling

Pergerakan indeks harga saham syariah Jakarta Islamic Index (JII) ditutup anjlok lebih dari 2 persen pada perdagangan hari ini, Jumat (28/2/2020), seiring dengan pelemahan 22 sahamnya.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 Februari 2020  |  17:26 WIB
Karyawan melintas di bawah layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Karyawan melintas di bawah layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks harga saham syariah Jakarta Islamic Index (JII) ditutup anjlok lebih dari 2 persen pada perdagangan hari ini, Jumat (28/2/2020), seiring dengan pelemahan 22 sahamnya.

Berdasarkan data Bloomberg, JII berakhir di level 565,01 dengan pelemahan tajam 2,54 persen atau 14,71 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (27/2), pergerakan indeks syariah tersebut berakhir di level 579,72 dengan penurunan tajam 2,34 persen atau 13,88 poin, koreksi hari kelima beruntun sejak perdagangan 21 Februari.

Indeks syariah tersebut mulai melanjutkan pelemahannya dengan dibuka anjlok 12,90 poin atau 2,22 persen di posisi 566,82 pada Jumat (28/2) pagi. Sepanjang perdagangan hari ini, JII bergerak di level 547,98-568,54.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Sebanyak 8 saham menguat dan 22 saham melemah dari 30 saham yang diperdagangkan.

Saham PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang masing-masing turun 7,14 persen dan 4,55 persen menjadi penekan utama pelemahan JII.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok ke level penutupan terendah dalam hampir 3 tahun terakhir pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG ditutup melemah 1,50 persen atau 82,99 poin ke level 5.452,70, level terendah sejak Maret 2017.

Pada perdagangan Kamis (27/2/2020), IHSG mengakhiri pergerakannya di level 5.535,69 dengan kemerosotan 2,69 persen atau 153,23 poin, penurunan hari kelima berturut-turut sejak perdagangan 21 Februari.

Pelemahan indeks mulai berlanjut setelah pada awal perdagangan IHSG dibuka terkoreksi 1,8 persen atau 99,52 poin menjadi 5.436,17. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada kisaran 5.288,37-5.456,28.

Seluruh 9 sektor menetap di wilayah negatif. Penurunan terbesar dialami oleh sektor aneka industri yang melemah 5,85 persen, disusul sektor perkebunan (-4,21 persen) dan konsumsi (-3,17 persen).

Dari 682 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 89 saham menguat, 330 saham melemah, dan 263 saham stagnan.

Saham PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang masing-masing turun 7,14 persen dan 4,55 persen turut menjadi penekan utama pelemahan IHSG hari ini.

Saham-saham syariah yang menekan indeks JII:

KodePenurunan (persen)
ASII-7,14
UNVR-4,55
UNTR-5,55
INDF-5,80

Saham-saham syariah yang mendorong indeks JII:

KodeKenaikan (persen)
TPIA+2,24
TLKM+0,58
EXCL+5,28
BRPT+0,51

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Jakarta Islamic Index
Editor : M. Taufikul Basari
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top