Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aneka Gas (AGII) Siapkan Capex Rp250 Miliar

Aneka Gas menargetkan pertumbuhan pendapatan 1,5 hingga 2,5 kali dari pertumbuhan PDB atau 7,5 persen hingga 10 persen.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  19:32 WIB
Aneka Gas Industri - Istimewa
Aneka Gas Industri - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Aneka Gas Industri Tbk. menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp200 miliar hingga Rp250 miliar untuk pemeliharan aset dan pengembangan teknologi.

Presiden Direktur Aneka Gas Industri Rachmat Harsono mengatakan bahwa sumber pendanaan dari capex itu masih akan berasal dari kas internal dan sebagian berasal dari pinjaman bank.

Capex diutamakan untuk pemeliharaan atau peremajaan aset serta alat bantu pemasaran, termasuk cylinder dan storage tank,ujar Rachmat saat dihubungi Bisnis, Kamis (27/2/2020).

Di samping itu, Aneka Gas Industri juga akan fokus pada pengembangan teknologi sebagai upaya untuk meningkatkan masa pakai dan utilisasi aset-aset yang sudah ada. Emiten bersandi saham AGII itu akan terus berinovasi untuk mengembangkan pasar, sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi guna menggenjot produktivitas.

Secara umum, prospek usaha pada 2020 diyakini lebih memberikan peluang. Rahmat menyebut, kebijakan pemerintah yang mendukung pertumbuhan industri nasional,  lanjut dia, termasuk industri baja, industri petrokimia, dan mineral seperti nikel, akan berdampak positif terhadap AGII.

Tahun ini, AGII tidak akan terlalu agresif mengembangkan segmen ritel dan lebih fokus untuk mengembangkan variasi produk di setiap stasiun pengisian (filling station). Rahmat menyebut, perseroan cenderung tidak akan menambah filling station baru seperti pada tahun lalu karena kehadiran jalan tol Trans jawa membuat waktu tempuh lebih cepat. 

“Karena dengan adanya transjawa, saya melihat bahwa tidak perlu  bangun filling station. Kami bangun filling station saat itu kan karena infrastrukturnya belum memadai,” jelasnya.

Oleh karena itu, AGII saat ini hanya akan menambah kapasitas di setiap stasiun pengisian yang sudah dibangun perseroan. Kendati demikian, perseroan tetap melihat peluang membuka stasiun pengisian baru, tergantung kondisi pasar.

Sepanjang 2019 AGII telah membuka empat filling station sehingga perseroan telah mengoperasikan 104 filling station dan 44 plants yang tersebar di 23 provinsi.

Di sisi lain, AGII menargetkan pertumbuhan pendapatan 1,5 hingga 2,5 kali dari pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), atau sekitar 7,5 persen sampai dengan 10 persen. AGII juga berharap margin laba bisa bertengger di kisaran 4 persen sampai dengan 6 persen dari pendapatan perseroan.

Hingga saat ini, perseroan belum menerbitkan laporan keuangan tahunan 2019. Berdasarkan laporan per September 2019, AGII mencetak penjualan bersih sebesar Rp1,61 triliun, naik 10,5 persen secara tahuna. Adapun laba bersih tercatat Rp76 miliar, turun 10 persen secara tahunan

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top