Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham Siantar Top (STTP) Melonjak 55 Persen, Bursa Minta Penjelasan

Berdasarkan laporan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan emiten dengan kode sandi STTP tersebut mengalami lonjakan harga saham 55,17 persen.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 24 Februari 2020  |  05:34 WIB
Public expose PT Siantar Top - Ilustrasi/Bisnis
Public expose PT Siantar Top - Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Laju saham emiten barang konsumsi PT Siantar Top Tbk. terlihat tidak wajar pada perdagangan pekan lalu.

Berdasarkan laporan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai data Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan, emiten dengan kode sandi STTP tersebut mengalami lonjakan harga saham 55,17 persen.

Hal ini membuat harga sahamnya ditutup di level Rp9.000 per lembar saham dari pembukaan pekan lalu yang hanya berada di level Rp5.800 per lembar saham.

Praktis, hal ini membuat BEI memberikan surat permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi efek perseroan.

Dalam suratnya nomor S-01137/BEI.PP3/02-2020 tertanggal 20 Februari 2020, bursa menanyakan informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan yang belum diungkapkan kepada publik hingga aksi korporasi dalam waktu dekat.

Dari lima pertanyaan yang diberikan, Siantar Top melalui suratnya yang ditandatangani oleh Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Armin menyebutkan pihaknya tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan.

Pun, perseroan tidak memiliki informasi atau kejadian penting yang belum diungkapkan kepada publik.

“Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.04/2017 tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka,” tulis perseroan dalam surat yang dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Terakhir, perseroan juga menyampaikan belum memiliki rencana melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

siantar top
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top