Gagal Memanfaatkan Momentum Pelemahan Yen, Bursa Jepang Terkoreksi

Indeks Topix hari ini dibuka melemah 0,19 persen di posisi 1.715,6 dan terus melanjutkan penurunannya hingga 0,23 persen atau 3,94 poin ke level 1.714,98 pada pukul 9.30 WIB.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  10:51 WIB
Gagal Memanfaatkan Momentum Pelemahan Yen, Bursa Jepang Terkoreksi
Bursa Saham Tokyo. - Kiyoshi Ota / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Pergerakan bursa saham Jepang melemah pada perdagangan Kamis (13/2/2020), gagal memanfaatkan momentum pelemahan yen yang seharusnya membantu prospek laba eksportir di tengah ketidakpastian global.

Indeks Topix hari ini dibuka melemah 0,19 persen di posisi 1.715,6 dan terus melanjutkan penurunannya hingga 0,23 persen atau 3,94 poin ke level 1.714,98 pada pukul 9.30 WIB.

Dari total 2.156 saham yang masuk ke dalam indeks Topix, sebanyak 1.159 saham melemah, 870 saham turun, dan 127 saham bergerak stabil.

Adapun, saham Atrae Inc menjadi penekan utama indeks Topix dengan bergerak melemah 18,06 persen ke level 3.175. Kemudian, diikuti oleh saham En Japan yang melemah 15,14 persen menjadi di posisi 4.849.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 dibuka melemah tipis 0,05 persen di level 23.849,76 dan berhasil berbalik menguat walaupun terbatas naik 0,06 persen atau 14,54 poin ke level 23.875,75 pada pukul 9.35 WIB.

Sebanyak 83 saham menguat, 131 saham melemah, dan 11 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei.

Saham Mitsui Minging and Smelting Co Ltd yang menanjak 7,44 persen menjadi pendorong utama terhadap penguatan Nikkei pagi ini.

Di sisi lain, mata uang Jepang stabil di dekat level terendahnya dalam tiga pekan terakhir karena investor menilai virus corona tidak akan berdampak lebih parah terhadap pertumbuhan ekonomi global sehingga tidak perlu lagi berlindung di balik aset investasi aman seperti yen.

Pada perdagangan Kamis (13/2/2020) hingga pukul 10.33 WIB, yen berada di posisi 109,9 yen per dolar AS, setelah sempat naik di posisi 110,13, level tertinggi sejak 21 Januari pada pekan lalu.

“Pelemahan yen didukung oleh ekspektasi pasar bahwa pasar saham di Asia akan menguat sehingga yen mungkin akan menyentuh level terendahnya 109,8 yen per dolar AS,” Direktur Pelaksana MUFG Bank di New York Kuniyuki Hirai seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (13/2/2020).

Adapun, PDB Jepang diproyeksi mengalami kontraksi tajam pada kuartal IV/2019, karena dampak pajak penjualan yang lebih tinggi dan gangguan dari bencana alam topan yang membanjiri peningkatan pengeluaran pemerintah.

Selain itu, Bloomberg Economics memperkirakan PDB Jepang kuartal terakhir tahun lalu menyusut hingga 4,1 persen (q to q) setelah meningkat 1,8 persen pada kuartal ketiga dan naik 2,0 persen pada kuartal kedua.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bursa Asia

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top