Nusa Konstruksi Enjiniring (DGIK) Bidik Kontrak Baru Rp2 Triliun

Perolehan kontrak baru tahun ini akan disumbang antara lain dari proyek pembangunan gedung dan infrastruktur.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  14:26 WIB
Nusa Konstruksi Enjiniring (DGIK) Bidik Kontrak Baru Rp2 Triliun
Pekerja PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (NKE) menyelesaikan pembangunan gedung World Capital Tower (WCT) setinggi 54 lantai milik Pollux Properties Group, di Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (13/9). - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten konstruksi PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk. (DGIK) berhasil meraup kontrak baru sebanyak Rp1,12 triliun sepanjang 2019.

Berdasarkan keterangan resmi perseroan, Rabu (12/2/2020), realisasi perolehan kontra baru pada 2019 melampaui target sebesar Rp1 triliun. Dengan kata lain, realisasi target mencapai 112 persen.

Sementara itu, sepanjang 2020, Nusa Konstruksi Enjiniring menargetkan perolehan kontrak baru sebanyak Rp2 triliun atau 78 persen dibandingkan dengan realisasi pada 2019. Target tersebut akan ditopang pekerjaan gedung maupun infrastruktur.

Di sisi lain, berhasil menyelesaikan pekerjaan atap atau topping off pada proyek pembangunan gedung di Universitas Mulawarman, Samarinda. Direktur Utama Nusan Konstruksi Enjiniring, Djoko Eko Suprastowo mengatakan progres proyek telah mencapai 80 persen dan akan selesai pada Mei 2020, leibih cepat dari targer awal pada Juli 2020.

Menurut Djoko, progres yang lebih cepat dari target didukung kerja sama yang erat antara perseroan sebagai kontraktor dengan pihak Universitas Mulawarman selaku pemberi kerja dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat, termasuk Islamic Development Bank (IDB) sebagai sponsor.

“Memberikan kerja yang maksimal dengan menghasilkan proyek dengan kualitas terbaik menjadi hal yang selalu Perseroan kedepankan," ujar Djoko.

Secara umum, lingkup pembangunan gedung di Universitas Mulawarman meliputi tujuh gedung. Ketujuh gedung itu yakni Gedung Laboratorium Farmasi, Gedung Laboratorium Kesehatan Masyarakat, dan Gedung Fakultas Ilmu Komputer & Teknologi Informasi.

Selanjutnya Gedung Laboratorium Teknologi Informatika dan Komunikasi, Gedung ICT Center, Gedung Pusat Pembelanjaran Sains, dan Gedung Laboratorium Terpadu. Proyek tersebut juga mencakup infrastruktur pendukung seperti sistem pengendali banjir, sistem jaringan komunikasi serat optik, pengolahan limpah, pedestrian, jalan akses, dan ruang belajar terbuka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, aksi emiten

Editor : Rivki Maulana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top