Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Punya Utang Jatuh Tempo Rp5 Triliun, Begini Strategi XL Axiata (EXCL)

XL Axiata akan mengandalkan kas internal untuk melunasi utang yang akan jatuh tempo. Namun, perseroan juga mempertimbangkan untuk menerbitkan obligasi baru maupun opsi pendanaan lainnya.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  13:33 WIB
Karyawan beraktivitas di kantor XL Axiata. Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di kantor XL Axiata. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – PT XL Axiata Tbk. (EXCL) akan mengandalkan kas internal untuk melunasi utang obligasi dan sukuk yang akan jatuh tempo pada dalam waktu senilai Rp1,06 triliun. Perseroan juga membuka peluang untuk menerbitkan obligasi baru maupun alternatif lain untuk refinancing utang.

Direktur Keuangan XL Axiata Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin mengatakan total utang obligasi dan sukuk yang akan jatuh tempo pada 2020 mencapai Rp5 triliun. Dalama periode hingga April 2020, emiten bersandi saham EXCL itu harus membayar satu seri obligasi dan dua seri sukuk yang akan jatuh tempo senilai Rp1,06 triliun.

Adlan menyebut, utang  yang akan jatuh tempo hingga Aprl 2020  akan ditebus dengan kas internal sepenuhnya. “Untuk sisanya, kami akan menggunakan kombinasi antara kas internal dan upaya-upaya refinancing lain yang sedang kami kaji,” jelasnya saat ditemui dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (12/2/2020).

Utang obligasi dan sukuk yang akan jatuh tempo terdiri dari Obligasi Berkelanjutan I XL Axiata Tahap II Tahun 2019 Seri A senilai Rp310 miliar yang jatuh tempo pada 18 Februari 2020.

Kemudian, Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2019 Seri A senilai Rp351 miliar yang jatuh tempo pada 18 Februari 2020. Terakhir, Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2017 Seri B senilai Rp402 miliar yang jatuh tempo pada 28 April 2020.

Secara umum, EXCL masih mempertimbangkan sejumlah opsi untuk mendanai program-program yang akan menjadi fokus perseroan. Adlan mengungkapkan, phaknya juga tidak menutup kemungkinan untuk menerbitkan obligasi pada tahun ini.

Dia menerangkan, tahun ini menjadi kesempatan yang baik untuk menerbitkan sukuk dengan fixed low interest rate sejalan dengan kondisi perekonomian yang mendukung rezim suku bunga rendah. Kendati demikian, rencana penerbitan obligasi perlu dikaji lebih dalam.

“Kami harus berhati-hati terutama pada kuartal III/2020 dalam melihat obligasi yang jatuh tempo saat itu berapa dan juga JIBOR (Jakarta Interbank Offered Rate) yang saat ini sudah berada di kisaran 5,4% dari tahun sebelumnya di level 8 persen,” Adlan.

Sebagaimana diketahui, sepanjang tahun 2019, XL Axiata telah melakukan pembayaran atas pinjaman bank sebesar Rp950 miliar dan obligasi serta sukuk sejumlah Rp686 miliar melalui kas internal dan refinancing. Hingga 31 Desember 2019, XL Axiata juga tidak memiliki pinjaman dalam mata uang denominasi mata uang dolar Amerika Serikat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi kinerja emiten aksi emiten
Editor : Rivki Maulana
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top