Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Setelah Diborong Asing, Bagaimana Proyeksi Saham Mayora (MYOR)?

Harga saham MYOR terlihat menguat setelah transaksi tersebut.
Hendri Tri Widi Asmoro dan Hafiyyan
Hendri Tri Widi Asmoro dan Hafiyyan - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  12:42 WIB
PT Mayora Indah Tbk - Mayora.com
PT Mayora Indah Tbk - Mayora.com

Bisnis.com, JAKARTA – Mandiri Sekuritas mentransaksikan saham PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) senilai Rp1,09 triliun pada perdagangan Senin (10/2/2020), dengan aksi beli dilakukan oleh investor asing. Bagaimana prospek sahamnya?

Analis Teknikal Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan saham MYOR adalah salah satu saham sektor konsumsi yang memprihatinkan karena penurunan drastis yang nyaris tanpa sentimen.

Sampai akhirnya pada Senin (10/2/2020) ada sebuah hal menarik dimana transaksi di pasar negosiasi besar dan dilakukan oleh investor asing.

Saat itu, transaksi tutup sendiri saham MYOR dilakukan oleh broker Mandiri Sekuritas (CC) pada pukul 10.52 WIB. Pihak penjual adalah investor domestik dengan pihak pembeli investor asing.

“Transaksi ini melibatkan 260 juta saham di harga Rp 2.100 per saham. Nilai transaksi crossing saham ini mencapai Rp 546 miliar,” paparnya, Rabu (12/2/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, Mandiri Sekuritas mencatatkan transaksi saham MYOR sebesar Rp1,09 triliun. Uniknya, transaksi sebesar itu hanya dilakukan sebanyak 65 kali transaksi.

Perincian transaksi Rp1,09 triliun saham MYOR oleh Mandiri Sekuritas mencakup pembelian senilai Rp546,34 miliar dan penjualan Rp546,13 miliar. Dengan demikian, ada net pembelian sebesar Rp211,98 juta.

Menurut William, belum ada penjelasan dari transaksi besar ini. Namun, harga saham MYOR terlihat menguat setelah transaksi tersebut.

Secara teknikal, MYOR telah breakout resistance trend line pada Rp1.980, hal ini langsung mengakhiri downtrend yang sudah lama terbentuk. Pada perdagangan sehari sebelumnya MYOR mengalami peningkatan volume yang terbilang signifikan.

Namun, penguatan terbatas tertahan pada resistance MA60 (2020). Oleh karena itu, tinggal 1 konfirmasi yakni breakout MA60 untuk mengkonfirmasi uptrend MYOR.

William pun merekomendasikan buy on breakout 2020 saham MYOR dengan target harga Rp2.100 – Rp2.300.

Pada perdagangan Rabu (12/2/2020) jeda siang, saham MYOR terkoreksi 0,25 persen atau 5 poin menuju Rp1.995. Hari sebelumnya, saham menguat 0,5 persen di posisi Rp2.000.

Mengutip Bloomberg, ada dua analis yang memperbarui proyeksi saham MYOR pada Februari 2020, yakni Analis Credit Suisse Sekuritas Indonesia Deidy Wijaya dan Analis BCA Sekuritas Sandy Ham.

Deidy memberikan rekomendasi hold terhadap saham MYOR dengan target harga Rp2.150. Adapun, Sandy menyarankan investor melakukan aksi beli dengan target harga Rp2.800.

Sementara itu, Direktur Utama Mayora Indah Andre Sukendra Atmadja menyampaikan memang banyak investor yang bertemu dengan perusahaan, antara lain juga karena adanya acara Investment Forum dari Mandiri Sekuritas.

“Sehingga banyak investor yang datang ke Indonesia untuk bertemu dengan emiten,” ungkapnya kepada Bisnis.com, Senin (10/2/2020).

Menurut Andre, ada beberapa investor yang jelas sangat tertarik dengan prospek usaha Mayora. Namun,untuk transaksi yang dilakukan melalui Mandiri sekuritas karena baru saja terjadi belum mendapatkan update di daftar pemegang saham perusahaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mayora
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top