Pilarmas : Pasar Obligasi Berpotensi Melemah

Investor dan pelaku pasar mulai menahan diri untuk bertransaksi karena khawatir dampak turunan wabah virus corona terus merembet ke banyak sektor.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  07:17 WIB
Pilarmas : Pasar Obligasi Berpotensi Melemah
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan pasar obligasi pada perdagangan Selasa (11/2/2020) berpotensi melemah akibat sentimen faktor global.

Laporan riset Pilarmas melansir, para pelaku pasar dan investor mulai menahan diri untuk melakukan transaksi karena dampak turunan dari virus corona mulai merembet ke banyak sektor sehingga memperlambat laju perekonomian di China. Wabah virus corona telah menelan korban jiwa yang lebih banyak dari wabah (Severe acute respiratory syndrome) 17 tahun lalu

Situasi perlambatan perekonomian di China berimbas ke Indonesia yang mana China merupakan mitra dagang terbesar bagi Indonesia. Hal ini dinilai akan berdampak pada pergerakan pasar obligais yang mana imbal hasil obligasi diramal mengalami penurunan.

"Pagi hari ini, pasar obligasi diperkirakan akan dibuka bervariatif dengan potensi melemah," tulis Pilarmas dalam laporan riset yang dikutip Bisnis.com, Selasa (11/2/2020).

Sementara itu, Pilarmas menilai lelang sukuk yang diadakan pemerintah pada hari ini kurang atraktif. Pasalnya, surat berhaga syariah negara bertenor panjang yang ditawarkan pemerintah hanya memberikan kupon 6,75%.

Padahal, para pelaku pasar dan investor berharap surat utang jangka panjang akan menawarkan tingkat kupon yang lebih besar. Menurut Pilarmas, hal serupa juga terjadi pada obligasi jangka pendek yang dilelang hari ini. Dengan kupon 5.45%, obligasi konvensional dinilai masih lebih menarik saat ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, Virus Corona

Editor : Rivki Maulana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top